Sunday, September 5, 2010

FANFICTION – UNTITLED PART 3 (END)

Maaf kelamaan bikin lanjutannya..
Saya sibuk..*bilang aja males ngelanjutin* hahahha
Maaf kalau ceritanya jelek..

***************

Cast : Donghae



***************

Sudah 2 minggu Donghae mendekati Eun Ji, tapi Eun Ji belum memperlihatkan tanda-tanda kalau ia peduli dengan Donghae. Bagaimana tidak, dia masih trauma dengan mantan pacarnya yang dulu. Tentu saja Donghae tidak putus asa, semakin Eun Ji menjauh, semakin ia ingin mendekatinya. Baginya, Eun Ji adalah wanita yang unik.

Drt..drt..drt..

“Yoboseyo?”
“Chagiya? Sedang apa? Sudah makan? Malam ini sibuk tidak?” haishh.. tau kalau dia yang menelpon, aku tidak akan mengangkatnya tadi. Pikir Eun Ji.
“Donghaessi, bisa tidak sih jangan memanggilku chagiya? Sejak kapan aku menjadi pacarmu,hah?”
“sejak kejadian di halte saat itu” jawab Donghae enteng. Mengingat kejadian itu, membuat Eun Ji malu.
“Ya!! Haishh sudah hentikan! Ada apa menelponku?” tanya Eun Ji kesal.
“Judes sekali sih? Hehehe, sedang apa?”
“Menelpon ku malam-malam begini hanya menanyakan sedang apa?! Kurang kerjaan sekali sih? aku banyak tugas!” tanpa mendengarkan jawaban dari Donghae, Eun Ji langsung menutup ponselnya.
“haishh orang yang menyebalkan”

*******

“Eun Ji-ah.. apakah Donghae oppa masih mengganggu mu?” Eun Ji hanya mengangguk pasrah.
“Mianhae Eun Ji-ah...”
“kenapa minta maaf? Kan yang menggangguku oppamu” tanya Eun Ji bingung
“tapikan juga gara-gara kau menjengukku, Donghae oppa jadi mengenalmu” ucap Soon Ra dengan nada bersalah.
“aniyo Soon Ra-ah. Gwaenchana. Lagian sebelum aku kerumahmu, kami sudah bertemu di cafe itu” kata Eun Ji sambil memeluk pundak Soon Ra.

********

Aneh, itulah yang dipikirkan Eun Ji sekarang. Sudah 3 hari ini tidak ada telpon atau sms dari Donghae. Perasaannya tidak enak, antara senang dan sedih. Senang karena tidak ada lagi yang mengganggunya. Sedih karena merasa hampa, biasanya setiap 10 menit sekali pasti ada telpon atau sms dari Donghae, kini sudah tidak ada lagi. Dan ada rasa khawatir tentang hilangnya Donghae dari kehidupannya.

*******

(Eun Ji POV)

Tugas Tugas Tugas Syalalala. Tidak hanya heechul songsenim yang kejam memberikan banyak tugas, tapi siwon songsenim juga. Daritadi siang aku mengerjakan di perpustakaan terus, tak terasa sudah gelap di luar. Aku berjalan keluar kampus sendirian karena soon ra sudah pulang duluan tadi sore. Wah, benar-benar sudah gelap dan sepi
“Agassi.. malam-malam begini mau kemana?” OMO!! Ada 4 lelaki mabuk. Haishh bagaimana ini?
“Agassi, ayo ikut kami minum daripada sendirian..” salah satu dari mereka menarik lenganku.
“Tidak mau!! Lepaskan!!” ku tepis tangannya dari lenganku.
“Sombong sekali, ayoikut kami saja” kurasakan tangan mereka mulai meraba bagian tubuhku.
“Andwae!! DONGHAE OPPA..” tak terpikirkan aku meneriaki namanya, mau bagaimana lagi, aku sangat ketakutan.

BRUGG!!

Tangan mereka terlepas dari tubuhku dan tak ada yang menarikku. Ku lihat satu persatu dari mereka jatuh ke tanah. Aku mundur beberapa langkah dan terduduk lemas.
“Eun ji-ah? Gwaenchanayo? Apakah ada yang terluka?” seseorang mendekat, aku masih shock dengan kejadian tadi. Aku mundur dari orang itu.
“Eun ji-ah ini aku”
“Andwae.. Pergi” ku dorong orang itu, tapi ia bangkit lagi dan meletakkan kedua tangannya di wajahku.
“Lihat aku. Aku Donghae” mata kami saling bertatapan. Aku mulai sadar dari shock ku.
“Donghae Oppa!” air mataku mulai mengalir, terasa pelukkan hangat darinya.
“Aku disini, jangan menangis, mereka sudah pergi. Ayo aku antar kau pulang” aku mengangguk setuju. Saat akan berdiri, kaki ku masih terasa kaku. Akhirnya donghae oppa menggendong ku dipunggungnya.
“Gomawo Oppa”

********

Setelah selesai mata kuliah hari ini, aku mempunyai janji dengan soon ra untuk pergi ke toko buku. Saat berada di depan kampus, kami dikagetkan dengan kehadiran donghae oppa.
“Oppa? Ada apa kesini? Oo aku tau, pasti salah satu wanita oppa kuliah disini ya?” sindir soon ra. Donghae oppa tertawa kecil dan memandangku.
“Ani, aku menjemput kalian berdua” jawaban donghae oppa membuat soon ra memicingkan mata.
“Aku khawatir dongsaeng, kemarin saat kau tinggalkan eun ji sendirian, dia digoda oleh laki-laki mabuk”
“Mwo?eun ji-ah, chongmal?? Kenapa tidak cerita? Haishh kalau tau begini kemarin aku tidak akan meninggalkanmu. Lalu kau baik-baik saja kan?” tanya soon ra khawatir.
“Ne, Gwaenchanayo.. kemarin untung saja ada donghae oppa” kataku sambil memberikan senyuman padanya.
“ hmm? Bagaimana oppa tau eun ji ada di sana? Jangan-jangan oppa membuntuti eun ji ya?” untuk yang kedua kalinya soon ra mengintrograsi oppanya. Aku juga baru sadar, bagaimana donghae oppa bisa langsung datang ya?
“Ya! Kau kira aku penguntit. Kebetulan saat itu aku juga mau menjemputmu karena sudah malam, tapi aku mendengar suara minta tolong dan menyebutkan namaku, langsung saja aku menghampiri asal suara itu, ternyata Park Eun Ji. Dan ku tau dari situ kalau kau sudah pulang duluan” jelas donghae oppa panjang lebar.
“eun ji,kenapa nama donghae oppa yang kau panggil?” kali ini aku yang kena picingan mata dari soon ra. Aku harus menjawab apa? malam itu hanya donghae oppa yang hanya ada dipikiranku. Eh? Iya ya? Kenapa hanya donghae oppa? Haish.. aku bingung dengan pikiranku sendiri.
“Eun ji-ah? Hei, melamun apa? kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”
“eemm..entahlah” jawabku malu-malu.
“sudahlah, tidak usah dipikirkan lagi. Kalian mau kemana? Ayo aku antar” kata donghae oppa merangkul leher kami.

*******************

(Author POV)

Sejak saat itu, hubungan eun ji dan donghae mulai membaik. Dan donghae mulai berusaha lagi untuk mendekati eun ji. Tapi karena eun ji sudah berhubungan lama dengan Park Jungsoo, tentu saja ia belum bisa sepenuhnya melupakan namja itu.

(Donghae POV)

Hari ini aku mengajak eun ji ke suatu tempat yang menurutku sangat indah. Kami dari seoul menaiki mobilku ke tempat itu. Sesampainya disana terlihat wajahnya tercengan melihat pemandangan di sana. Aku mengajaknya untuk duduk di cafe yang berada di dekat sini.
“Eunji-ah, bagaimana? Bagus tidak?” tanyaku, tapi pandangannya masih mengarah pada tempat tadi.
“Eun ji-ah?”
“Ne, jungsoo op...?” aku mengerti sekarang apa yang ia pikirkan.
(Eun ji POV)
Dongahe oppa mengajakku ke tempat kencan pertamaku bersama Jungsoo oppa. Walaupun kami sudah putus, tapi tetap saja aku tak bisa melupakannya. Aku jadi teringat kenangan-kenanganku bersama jungsoo oppa.
“Eunji-ah, bagaimana? Bagus tidak?”
“Eun ji-ah?” donghae oppa memanggilku tapi aku malah keasyikan melamun.
“Ne, jungsoo op...?”
Eh? Apa yang baru saja aku katakan? Aduh, aku benar-benar merasa bersalah pada donghae oppa.
“mianhae” aku menundukan kepalaku.
“Eun ji-ah” donghae oppa menggenggam tanganku. Aku sedikit kaget dan ku tatap matanya.
“belum bisa melupakan namja itu ya?” aku hanya mengangguk pada pertanyaannya.
“Bisakah aku menggantikan namja itu yang masih ada di hatimu?”
“Ne?”
“Eun ji-ah, aku akan membuatmu melupakan namja itu. Mau kan?” aku diam untuk berfikir.
“Tenanglah, kalau bersamamu, aku tak kan berani macam-macam pada wanita lain lagi. Nan Chongmal saranghaeyo Eun ji-ah”
“Ne oppa. Buatlah aku melupakannya” jawabku tersenyum.
“Gomawo Eun ji-ah” balasnya tersenyum lalu mencium keningku.
“Tapi oppa, bagaimana dengan soon ra?”

*******************

Sebelum pulang kerumah, aku mampir dulu kerumah donghae oppa untuk menjelaskan hubunganku dengan donghae oppa pada soon ra. Dia pasti tidak senang kalau aku bersama oppanya.

“Tenanglah jagi. Kan hanya bertemu dengan soon ra. Bukan orang tuaku”
“aku juga mengatakan hal yang sama pada kyu saat akan bertemu denganmu dulu” kataku pasrah. Donghae oppa memegang tanganku erat sebelum memencet bel rumahnya.

Ring Ding Dong

Saat membuka pintu, aku sudah bisa menebak wajah soon ra. Antara kaget, bingung dan marah. Aku hanya bisa diam berada di belakang donghae oppa.
“Apa yang kalian berdua lakukan? Oppa?!! Eun ji-ah?!!”
“Tidak membiarkan kami masuk dulu? Kasian eun ji sudah kedinginan”kata donghae oppa membawaku menuju ruang tamu.
“Eun ji-ah.. aku kan sudah bilang jangan bersama oppaku. Apa kau sudah termakan semua rayuannya seperti wanita murahan lainnya?” kata-kata soon ra menyakitkan sekali.
“dongsaeng-ah..”
“soon ra-ah, kau menyamakan aku dengan wanita murahan?” tanyaku tak percaya.
“bukan begitu, kau sahabatku. Aku lebih tau oppaku selama ini”
“Dongsaeng-ah, masa eun ji lebih percaya padaku daripada dongsaengku sendiri?”ucap donghae oppa memeluk bahuku. Soon ra hanya terdiam.
“aku juga membiarkanmu dan tak mencampuri urusanmu waktu kau berpacaran dengan si Kyuhyun. Jadi, percayalah padaku”
“haishh kalian ini. Terserah lah.. pokoknya oppa, jangan macam-macam pada eun ji. Arasso?”
Ku peluk sahabatku yang satu itu dengan kuat.
“Gomawo soon ra-ah”
“Gomawo Dongsaeng-ah”

_END_


Mian kalau endingnya gak terlalu bagus..
Mian kalau endingnya gak sesuai bayangan..
Mianhae.. chongmal mianhae*bungkuk bungkuk ke readers*
Lain kali saya akan lebih berusaha membuat ff yang lebih bagus lagi..
Gomawo yang uda mau baca..

No comments:

Post a Comment