
“Ya!! Ambilkan handuk itu!”
“Ya!!minum ku donk!”
“Ya!! Kau itu bagaimana, itu bajuku, bukan bajunya si monyet itu!”
“Ya!! Bla..bla..”
“Ya!! Bla..bla..”
Akh..! telingaku sakit sekali mendengar omelannya. Namja ini memang tampan, tapi sifatnya jelek sekali. Aku tau dia ini bergabung dalam sebuah boyband terkenal berjumlah 13 orang, tapi tetap saja perilakunya itu menyebalkan. Aah, aku lupa mengenalkan diriku. Namaku Chacha, aku orang indonesia yang kulaih di Kyunhee University. Tapi teman-temanku memanggilku Park Jung Chan. Dan sekarang aku sedang magang disalah satu perusahaan entertaiment terbesar di korea, yaitu SM Entertaiment. Dan namja di depanku adalah Kim Heechul dari super junior. Sejak perkenalanku 4 hari yang lalupada member Suju, dia selalu memperlakukanku sebagai pesuruhnya.
“Hahh..” aku hanya bisa menghela nafas.
“Jungchanssi, Gwaenchanayo(apkh km baik2 saja)?" hiya.. si leader ini mengagetkanku saja.
“Gwaenchana Leeteukssi. Apa ada yang bisa aku bantu?”
“Opsoyo(tdk ada). Hanya khawatir saja, karna dari tadi heechul menyuruhmu melakukan ini itu” katanya sambil tersenyum. Hah.. lumayan dapat bonus senyuman dari seorang leeteuk, menghilangkan rasa sesalku tadi.
“Yeoja Magang!! Kenapa lama sekali?! Aku tadi kan menyuruhmu mebeli kopi. Ppali(Cepat)!!” haishh.. suara itu lagi. Hilang sudah lamunanku tentang senyuman sang leader.
“Ne, Heechulssi. Jamkambanyon” kataku bergegas menuju mesin kopi.
*********
Hari ini suju berada di Dream Concert. Sudah 2 hari ini aku kurang istirahat dan sekarang aku terkena 6L! Lelah,Letih,Lesu,Lunglai,Lapar,Luwe!! Kepalaku sakit sekali, sudah berkali-kali kupijit tapi tak membawakan hasil.
BRUKK
Hiah.. aku terhuyung kebelakang dan pantatku berhasil mendarat kasar di lantai.
“Aduh, sakit sekali..” gumamku menggunakan b.indonesia
“Agassi? Gwaenchanayo?” seorang namja mengulurkan tangannya padaku dan aku mendongak keatas. OMO!! Kim Jejung dari DBSK. Cepat-cepat aku berdiri sampai lupa pada uluran tangannya.
“Chosohamnida Jejungssi, aku menabrakmu” ucapku membungkukkan badan padanya.
“Aniyo agassi, aku yang menabrakmu. Gwaenchana?” tanyanya.
“Ne, nan gwaenchana jejungssi” kuyakinkan pangeran cantik yang ada dihadapanku ini kalau aku baik-baik saja.
“Agassi, onu nara saramiyeyo(anda berasal dari mn)?”
“Jonun Indonesia saramiyeyo Jejungssi. Waeyo?” tanyaku balik.
“Aa, pantas saja, bahasamu seperti Kim Junra”. Ha? Sapa tuh?
“Chongmal? Gureom, kim junra nuguya?”
“Dia juga mahasiswa ,magang sepertimu. Nanti kalau kita bertemu lagi, akan kukenalkan padanya” janjinya sambil tersenyum padaku.
“Kamsahamnida jejungssi” ucapku membalas senyumannya.
************
(@ruang ganti suju)
Siiinnnggg...........krik krik krik
Aku menelan ludah saat masuk keruangan ini. Sunyi dan menegangkan. Pikiranku langsung melayang. Kalau tidak kangin yang marah, pasti Heechul.aku memilih diam daripada menjadi santapan makan malam mereka. tiba-tiba heechul keluar ruangan sambil membanting pintu. Tentu saja aku terlonjak kaget. Haishh menakutkan sekali. Seperti di medan perang saja.
“Jung chanssi, tolong ambilkan berkas-berkas yang ada di ruangan sebelah” kata manajer mereka.
“Ye, daesanssi*ngawur*” aku segera berjalan menuju pintu.
JEDUK!!
Aah !! aku mundur lunglai ke pojokan tembok, dan terdududk sambil memegang dahiku.
“Sakit...” rintihku.
“Jung chanssi, gwaenchanayo?”
“Jung chanssi..”
“ Cepat ambil P3K”
“Ya!! Yeoja magang, kau tak apa?”
Aku tak menghiraukan pertanyaan mereka, yang kupikirkan hanya satu. PUSING SEKALI!!
“Ya!! Yeoja magang, Kenapa tidak menjawab?!!!” haishh orang ini benar-benar cerewet sekali.
“YA HEECHULSSI!! KENAPA BERTANYA TERUS?! AKU INI SEDANG PUSING TAU!!” bentakku meninggalkan ruangan itu sambil memegang dahiku. Saat berada di pintu, aku berpapasan dengan siwon.
“Kenapa dia?” tanya siwon pada yang lain.
“Heechul hyung membuka pintu dengan keras saat dia berada di belakang pintu” samar-samar aku mendengar seseorang menjawab pertanyaan dari siwon tadi.
Aku segera ke ruangan sebelah untuk mencari berkas-berkas yang diminta oleh manajer daesan. Saat sedang mencari, ada orang yang datang. Ooh, ternyata si pangeran cantik, jejung.
“Lho? Kau agassi yang tadikan? Siapa namamu?” tanyanya.
“Nanun Park Jung Chan imnida” jawabku sambil membungkukkan badan dan seketika lupa pada sakit di dahiku.
“Mianhae aku lupa menanyakan namamu. Tapi Jung chanssi, keningmu berdarah.” Hah? Berdarah? Cepat-cepat aku mencari kaca. Pantas saja sakit, darahnya keluar banyak sekali.
“Yoboseyo junrassi, cepat kemari dan bawakan kotak P3K” aku menoleh kearah jejung. Wow. Dia menyuruh orang untuk membawakan kotak P3K untukku?
Orang yang ditelepon oleh jejung datang cepat sekali sambil membawa P3K.
“Jungchanssi,kemarilah. Aku akan mengobati lukamu”
“tidak usah jejungssi. Aku harus mengantarkan berkas-berkas ini kepada manajer daesan sekarang” tolakku halus dengan menunjukkan berkas yang ada di tanganku.
“kalau begitu, Junra saja yang mengantarkannya” jejung mengambil berkas yang ada si tanganku dan menyerahkannya kepada yeoja yang bernama Junra tadi.
Saat junra keluar, jejung mulai mengobati lukaku. Wajah kami dekat sekali. Jantungku berdegup kencang.
“Kenapa bisa mengeluarkan darah sebanyak ini?” tanya jejung yang masih mengobati dahiku.
“Tadi aku berada di belakang pintu, saat heechulssi membuka pintu itu dengan kekuatan supernya”
“Kekuatan super?” dia berhenti sejenak dan menatapku bingung.
“Kekuatan emosinya maksudku”
“Hahaha kau ini lucu sekali” waa.. tampan sekali jika sedang tertawa, aku hanya tersipu malu.
Junra sudah kembali dari ruang ganti suju untuk menggantikanku.
“Mereka terus bertanya tentang keadaanmu” kata junra sambil membereskan kapas-kapas bekas lukaku tadi.
“Chongmal? Sebaiknya aku kembali” kataku yang juga membantu junra membuang kapas-kapas itu.
“Gomawo jejungssi, dan terima kasih Junrassi” ucapku membungkukkan badan.
“ Ne, Cheonmaneyo. Hati-hati ya”
“Sama-sama Jungchanssi” junra sedikit kaget saat aku mengucapkan terima kasih dalam b.indonesia. tapi ia tetap membalas dengan senyuman.
*****************
Saat ku kembali ke ruang ganti 13 orang itu, ternyata mereka sudah berada di stage. Aku menghampiri kyura sunbae, mungkin saja ada hal lain yang bisa kukerjakan.
“Sebaiknya pulang saja. Hari ini kau sudah melakukan tugasmu dengan baik dan wajahmu pucat sekali. Aku takut kalau kau lama-lama disini, nisa-bisa malah pingsan.” Oh Thanks God! Akhirnya kau bisa istirahat.
“Kamsahamnida sunbae” aku melenggang keluar gedung dan menunggu bis di halte.
*************
Setelah kejadiam kemarin, hari ini aku membantu kyura sunbae membuat laporan saat di dream concert.
Satu persatu member suju memasuki ruang rapat, mataku dan matanya heechul bertemu, tapi dia malah memalingkan wajah. Aigo.. sebesar apa sih gengsinya sehingga masih belum meminta maaf atas kejadian kemarin.
“Jung chanssi, sini sini” panggil eunhyuk. Aku berjalan kearah tempat duduknya yang berada di samping heechul.
“Bagaimana dengan keningmu?” semua member kecuali heecul menatapku.
“Aa.. kemarin mengeluarkan darah banyak, tapi jejungssi sudah mengobatiku” aku sengaja menekankan kata ‘darah’, nampaknya heechul tidak memperhatikanku. Dia sedang berbicara dengan manajer daesan.
“Jejung hyung?” kyuhyun menatapku bingung, padahal tadi sepertinya ia sedang sibuk bermain game.
“Ne, kebetulan kemarin bertemu dengan jejungssi”jelasku, semuanya mengangguk mengerti.
BRAKK
Semua termasuk aku menoleh kearah heechul dan manajer daesan. Lagi-lagi heechul menggerebak meja.
“Terserah padamu lah” manajer daesan keluar meninggalkan heechul yang masih emosi.
“Yo lak sak no seh mejane(kan kasian mejanya)” gumamku dengan logat surabaya, tempat tinggalku dulu.
“Mworago?” heechul menoleh dengan memicingkan matanya padaku.
“Ani..” jawabku enteng dan mengikuti manajer daesang keluar ruangan.
**************
Aku bertemu dengan Kim Junra lagi saat istirahat makan siang. Kami bercerita banyak. Ternyata nama aslinya adalah Raras, Kim Junra adalah singkatan dari Kim Junsu dan Raras. Aku tertawa mendengarnya. Dan dia adalah Cassiopeia sejati sama sepertiku.
“Beruntung sekali magang di tempat DBSK” kataku sambil menyntap makan siangku.
“Hehehe aku juga tidak menduganya. Mendengar suara junsu saat berbicara biasa dan saat dia menyanyi, benar-benar berbeda”
“Berbeda? Apa yang beda?”
“Suaranya junsu cempreng sekali kalau tidak menyanyi” bisik junra, padahal kami menggunakan bahasa kami, seharusnya dia tidak perlu berbisik-bisik. Toh tidak ada yang mengerti.
“Hahaha benar benar” aku setuju dengan pendapatnya.
“Bukankah tempatmu juga menyenangkan? Kan di ssana ada si tampan siwon?”
“seharusnya begitu, tapi diantara mereka semua, ada satu yang membuatku sial terus”
“Nugu?”
“siapa lagi kalau bukan Heechul. Haishh orang itu benar-benar menyebalkan” junra tertawa mendengar ceritaku.
“Hahaha.. hati-hati lho, benci bisa jadi cinta. Kekeke”
“Cih! Tak akan! Never!” aku memanyunkan bibirku.
“Jangan begitu, nanti karma dengan omongan sendiri lho” jiah, kenapa junra malah berkata seperti itu? Aku hanya diam melanjutkan makan siangku.
“Annyong. Wah kalian sudah akrab ya?” jejung tiba-tiba datang menyapa kami berdua diikuti junsu dibelakangnya.
“Annyong Junsussi, annyong jejungssi” sapa junra dan tersenyum kepada junsu.
“Wah, aku yang menyapa duluan kenapa melihatnya kearah junsu?” goda jejung pada junra. Aku jadi ikut tertawa. Nampaknya junsu juga malu-malu saat jejung berkata seperti itu.
“Ya! Jejungssi. Kau juga! Aku bersama dengan jung chan disini, tapi matamu tak bisa lepas dari jun chan!” hah? Aku tak mengerti maksud perkataan junra. Kenapa aku juga dibawa-bawa?
“dan....” jejung membekap mulut junra, saat junra ingin melanjutkan kalimatnya.
“Hmmph..” junra meronta-ronta.
“Junsu-ya! Cepat bawa keluar makluk yang satu ini!” kata jejung yang masih mentutup mulut junra dengan tangan kirinya.
“Ara, tapi lepaskan dia dulu donk. Kasihan tuh mukanya sudah memerah tak bisa bernafas” junsu berusaha menolong junra dan menggandengnya keluar ruangan.
“Ya!Jejungssi! lihat saja nanti!” teriak junra dari luar. Aku hanya melongo melihat tingkah mereka bertiga.
“Jangn pedulikan ucapannya. Dia selalu begitu” melihat kejadian tadi, aku menghela nafas.
“Waeyo jung chanssi?”
“Aniyo, aku hanya iri pada junra. Dia sangat dekat dengan kalian”
“Iri? Tidak bedakan dengan suju? Di sana kan ada Leeteuk hyung, yesung hyung, Eunhyuk, dan yang lainnya”
“haha iya sih..” aku tertawa miris. Kualihkan pandanganku pada luar jendela besar yang memisahkan ruangan ini dengan lorong. Heechul? Dia menatapku sesaat dan pergi begitu saja. Ada apa sih?
-To be Continued-
No comments:
Post a Comment