Friday, September 17, 2010

FANFICTION – MY DOUBLE IDOLS part 2

Cast : Super junior, DBSK



Setelah makan siang, aku kembali ke ruangan suju. Mataku terpaku pada sebuah kotak kecil di atas mejaku. Ku buka perlahan, isinya adalah 2 butir cokelat dan kartu kecil bertulisan ‘Mianhae’. Aku meoleh kanan kiri, mencari pemilik kotak ini.

“Jungchanssi, apa itu?” Kyura sunbae datang dan melihat kotak yang kupegang.
“Coklat? Dari siapa?” aku menggeleng tidak tahu.
“Mollaso, hanya ada tulisan mianhae. Jelek pula tulisan tangannya” Kyura sunbae terkekeh mendengar jawabanku.

BRAKK

Aku menoleh ke asal suara itu. Sepertinya ada yang membanting pintu tadi.
“Pssst, Jungchanssi” Yesung tiba-tiba berbisik padaku.
“Ne, Yesungssi”
“Kotak itu dari Heechul hyung dan kartu itu juga Heechul hyung yang menulis sendiri”

OMO!! Berarti yang membanting pintu tadi Heechul donk?. Mungkin saja ia mendengar percakapanku dengan Kyura sunbae.

Aku langsung berlari mengejar Heechul. Tapi terlambat, ia sudah masuk ke dalamlift. Terpaksa aku turun melalui tangga darurat. Sesampainya di lobby dan masih dengan nafas terengah-engah, aku mengejarnya lagi. Buset, cepat sekali jalannya.
“Heechulssi. Hosh Cha..kam..ban..nyon hosh..hosh” ku pegang lengannya sambil mengatur nafas.
“Mianhae, chongmal mianhae Heechulssi. Aku benar-benar tidak tau kalau itu kotak darimu”
”Ya!! Kau itu kuliah di universitas paling termuka di korea. Tapi sikapmu itu benar-benar tidak tahu diri” hah? Aku termenung sesaat, apa hubungannya dengan kyunghee? Sebenarnya namja ini bicara apa sih?
Heechul lalu menepis tanganku dengan keras dan untuk yang kedua kalinya, aku terjatuh di lantai. Aku meringis kesakitan di perlakukan seperti itu. Karna tak tahan dengan sifatnya, aku langsung berdiri dan menatap tajam matanya.

“”Heechulssi, sebenarnya yang tidak tahu itu aku atau kau? Menyuruh orang dengan seenaknya saja, padahal tugasku di sini sebagai mahasiswa magang bukan untuk menjadi babumu! Lalu masalah tadi, kenapa meminta maaf dengan kertas? Seperti pengecut saja!”

“Kau...”

“dan mana ada namja yang mendorong seorang yeoja seperti tadi? HAH?! Dasar namja berdarah AB!!!” setelah puas dengan kekesalan yang kuungkapkan, aku pergi meninggalkannya begitu saja. Aku tak peduli ekspresinya saat ini. Yang penting sekarang aku merasa puas.

****************

Kejadian kemarin membuatku takut dengan Heechul, karena daritadi dia melihatku terus. Bukannya aku takut akan tatapan marahnya, tapi yang aku takutkan, Heechul melihatku dengan tatapan yang berbeda. Bagaimana ya cara menjelaskannya. Yang penting cara melihatnya berbeda sekali dari yang sebelumnya. Aku jadi risih.

“Jungchanssi, ada kejadian apa kemarin kau dengan Heechul?” Shindong tiba-tiba muncul dihadapanku.
“Memangnya ada apa?” tanyaku balik pura-pura tidak tau.
“Entahlah, dia kemarin tiba-tiba bertanya padaku tentang golongan darah AB”
“Lalu?” aku penasaran.

Shindong mulai menceritakan saat Heechul tiba-tiba menarik kerah bajunya dan mendorongnya ke tembok. Heechul bertanya tentang orang yang mempunyai golongan darah AB, karena shindong tidak tau, ia menyuruh Heechul untuk mencarinya di internet.

“Saat membaca artikel itu, aku tidak berani berkomentar apa-apa. aku langsung kabur sebelum kena amarahnya”
Aku mengerutkan keningku “Apa isi artikel itu?”
“Baca sendiri saja, aku takut jika hyung marah kalau kita membicarakan ini”
“Lalu kenapa kau tanyakan kejadian itu padaku?” aku masih penasaran.
Shindong mengela nafasnya “Karena aku pikir, ini pasti ada kaitannya denganmu, Jungchanssi. Hanya kau yang berani mengutarakan sesuatu pada Heechul hyung”

Mengutarakan? Memang aku bilang apa?

Shindong yang melihatku bingung, segera melanjutkan bicaranya “Aku diberi info oleh salah satu staf, kemarin kalian bertengkar di lobby”

Aku terserentak kaget. Haduh, kemarin aku terlalu kesal jadi mungkin tidak bisa mengecilkan suaraku. “Gwaenchanayo Jungchanssi, kita semua malah mau berterima kasih padamu. Mungkin saja Heechul hyung mau merubah sikapnya yang seenaknya sendiri itu” Shindong menepuk pundakku, sedikit membuatku lega dengan perkataannya. Aku hanya diam tersenyum.

Aku masih penasaran dengan artikel tentang orang bergolongan darah AB. Ku buka laptopku dan langsung browsing melalui google, aku mulai mengetik dengan tulisan indonesia, agar tidak ada orang di sekitarku membacanya.’Watak orang Golongan darah AB’.

Mereka memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum. Artinya di satu sisi mereka pemalu... Mwoya(apa)? Pemalu apanya, malu-maluin malah. ....di sisi lain sangat terbuka. Mereka juga dikenal sangat sensitif.. Ini dia!! Sangat sensitif, setuju sekali. Ku lanjutkan pada kalimat selanjutnya. ....dan penuh perhatian. Aku membaca ulang kalimat itu. Perhatian? Benarkah? Aku belum pernah melihat sifat itu muncul dalam diri Heechul. Hmm.. mungkin saja. Lalu paragraf selanjutnya, ...Golongan darah AB dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Karena orang yang memiliki Golongan darah AB dianggap yang paling lemah dan tidak bisa dipercaya. Mataku terbelak saat membaca paragraf itu. Apa-apaan ini? Kenapa sebagai yang terburuk di Jepang? Aigo, sungguh tak adil. Apakah Heechul juga membaca paragraf itu. Bagaimana perasaannya ya?

Kenapa aku malah mengkhawatirkannya? Haishh sudahlah. Lebih baik aku membantu Kyura sunbae menyiapkan baju untuk pemotretan Super Junior.

**********

(@ Lokasi pemotretan)

Brrr dingin sekali. Kenapa lokasinya di outdoor sih, sekarang kan bulan januari. Hawa-hawa dingin masih terasa menembus jaketku. Maklum, di Indonesia mana ada hawa sedingin ini. Berkali-kali aku bersin dan membawa sekotak tisu besar di tasku.

“Hacchii.. brr.. sun..bae.. ada.. yang..bi..sa aku..ban..tu?” gigiku gemetaran tak mau berkompromi dengan hawa dingin ini.
“Aku menyesal membawamu kesini Jungchanssi. kau belum terbiasa dengan musim dingin ya? Lebih baik tunggu aku disana saja. Jangan mendekati mereka ya” Kyura sunbae menunjuk ke arah 10 pria itu. Aku mengangguk mengerti, tentu saja aku tak boleh mendekati mereka. bisa-bisa mereka tertular virus dariku.

Pemotretan tidak begitu lama, hanya 1 jam. Tapi itu sudah membuatku berdiri membeku dengan mata terbelak. Kakiku sangat kaku tak bisa di gerakkan.

“Jungchanssi, kajja(Ayo)” tamatlah aku, Kyura sunbae sudah menyuruhku masuk ke mobil. Aku butuh waktu, jari-jari kakiku sudah mulai bisa digerakkan, tapi tak sepenuhnya. Aku menunduk melihat sepatuku dan berdo’a semoga bisa berjalan.

“Gwaenchana?” seseorang bertanya dengan lembut padaku. Aku mendongakkan kepala. Heechul. Aku hanya tersenyum meringis kesakitan. Nampaknya ia mengerti keadaanku. Kedua tangannya memegang kedua lenganku dengan hati-hati.

“Kajja, jalanlah pelan-pelan. Jika aku menuntunmu terlalu cepat, beri tau aku”
“Ne” aku mengangguk pasrah. Aku berpikir sesaat, kenapa Heechul bisa selembut ini? Ah, masa bodoh. Yang penting sekarang aku ingin cepat-cepat masuk ke mobil dan menghangatkan diri.

************

Oh God !! 39o derajat. Aku benar-benar wanita tak berdaya, menunggu 1 jam seperti tadi sudah membuatku tepar seperti ini. Huhuhu oemma.. kepalaku berdenyut tak karuan saat mendengar gedoran sangat keras dari luar. Aku berjalan gontai menuju pintu.

“Adjumma(bibi). Waeyo?” aku melongok ke luar pintu.
“Sudah 2 bulan kau belum bayar Jungchanssi” choon adjumma menagih uang apartement kecil ini. Haishh, bagaimana aku bisa lupa sih. Choon Adjumma ini orangnya sangat tidak sabaran.
“Chongmalyo? Mianhae adjumma, aku sangat sibuk, jadi lupa untuk membayar. Aku akan mengambil uangnya dulu” belum 3 langkah aku masuk lagi, choon adjumma sudah mendorongku untuk tetap diluar.

“Tidak usah! Mulai hari ini, tolong tinggalkan ruangan ini. Aku tidak mau menerima orang yang telat membayar sepertimu” otakku mencerna setiap kata dari adjumma dengan sangat lambat, aku masih diam saat suaminya membereskan barang-barangku yang tidak banyak itu. Dan saat aku mulai sadar, semua barangku sudah berada di depanku.

“Tapi adjumma, aku punya uang untuk membayar selama 3 bulan ini” mereka tidak mendengar kata-kataku, pergi meninggalkan aku yang masih terpaku di depan pintu yang sudah tidak bisa aku tempati lagi.

Malam-malam begini aku harus bagaimana? Badanku semakin panas dan cuaca juga semakin dingin. Terlintas dipikiranku untuk menginap sementara di tempat tinggal Junra. Tapi sepertinya dia sedang sibuk, aku tak mau merepotkannya.

“Jungchanssi? Wae irae(km knp)? Kok ada diluar?” aku melihat orang yang memanggilku dengan tatapan sayu. Aku tak bisa melihat jelas orang itu.
“Kau mau kemana? Kenapa barangmu ada di luar?” orang itu bertanya lagi. Aku berusaha menjawab pertanyaannya walau kerongkonganku sedang kering. “Entahlah, Choon adjumma tidak mau aku menyewa apartementnya lagi”

Ukh, kepalaku sakit lagi. Mataku mulai berkunang-kunang. Kedua kakiku sudah tak mampu berdiri lagi. Dan orang itu memanggil namaku berkali-kali tapi suaranya mulai menghilang. Lalu semuanya gelap.

***********

Ada cahaya menyinari mataku. Silau. Aku membuka mataku perlahan, dan berusaha menyesuaikan dengan cahaya itu. Aku meletakkan punggung tanganku di dahiku agar terhindar dari cahaya yang sekarang aku tau bahwa itu sinar matahari, ada sesuatu yang basah menempel di dahiku.
Handuk kecil? Untuk apa? eh, aku ini ada di mana ya?

Aku mengangkat tubuhku hingga terduduk di kasur. Ku lihat sekelilingku, ini bukan kamar apartement ku. Aku kaget saat melihat ada seorang namja yang tertidur di kursi tapi kepalanya bersandar di tepi kasur yang aku tiduri. Saat aku bergerak sedikit, ternyata malah membuat namja itu terbangun.

“Jungchanssi, kau sudah bangun?” Heechul? Kenapa dia bisa di sini?
“Aa.. Jungchanssi, kau sudah sadar? Ini minumlah” Leeteuk masuk diikuti oleh shindong yang membawa napan berisi makanan. Kenapa mereka ada di sini? Eh, salah.
Kenapa aku bisa berada di dorm suju?
“Minumlah dulu, lalu sarapan dan minum obat” Heechul menyodorkan ku gelas yang dipegang oleh Leeteuk tadi. Aku mengambilnya masih dengan raut wajah bingung.

Aku meneguk habis air putih itu. “Bisa tolong ceritakan padaku, kenapa aku bisa berada di dorm kalian?”
“Kau tidak ingat?” aku menggeleng.
“Tadi malam Heechul hyung membawamu kesini dengan keadaan suhu badanmu 39o derajat” kata shindong meletakkan napan berisi makanan di depanku.
“Makanlah selagi panas” aku mengangguk pada Leeteuk. Sebenarnya aku malu untuk makan di depan mereka, tapi mau bagaimana lagi. Aku harus minum obat agar panasku turun.
“Lalu?” aku menoleh kepada Heechul.
“Kau bilang kalau pengurus apartementmu itu sudah tak mau menerimamu lagi”

“Uhuk..Uhuk..ukh..” aku tersedak mendengar hal itu, dan mulai mengingat semuanya.
“Yaa.. pelan-pelan..” Heechul membantuku minum.
“Lalu? Bagaimana kau bisa ada di depan apartementku Heechulssi?”
“Heechul hyung mengkhawatirkanmu sejak di lokasi pemotretan kemarin” celoteh shindong yang langsung kabur sebelum menjadi korban pembantaian.

Aku memiringkan kepalaku. Benarkah dia mengkhawatirkanku? Waah, senang sekali. Eh? Apa yang aku pikirkan, haduh otakku sudah tak beres.

“Ani, jangan pedulikan shindong. Aku hanya kebetulan lewat. Lagipula, untuk apa aku khawatir padamu” katanya sinis sambil berjalan keluar kamar.

Tuh kan. Aku pikir dia sudah berubah, sifatnya masih saja seperti itu. Dasar namja menyebalkan!!

*************

Sudah 2 hari aku berada di dorm suju lantai 12. Dan 2 hari itu aku juga ijin sakit pada Kyura sunbae. Sekarang aku sudah merasa baikan, dan juga waktunya mencari apartement baru. Aku akan mencarinya sepulang magang sore nanti.

Terlihat sosok Junra berlari menghampiriku. “Jungchan-ah.. kemana saja? 2 hari ini
kau membolos ya?” wajahnya khawatir.

“Yaa! Mana berani aku membolos magang kalau bukan karena demam”
“Chongmal? Apa masih panas?” Junra menempelkan punggung tangannya di dahiku.
“Aniyo”
“Kau pindah apartement ya? Kenapa tidak bilang? Aku sampai dibentak oleh adjumma itu. Huh” Junra mendengus kesal. Karena merasa bersalah, akhirnya aku menceritakan kejadian itu padanya.

“MWORAGO? Kau tinggal di dorm mereka?” suara junra keras sekali. Aku langsung menyeretnya kepojok ruangan.
“Ya!! Kecilkan suaramu itu!”
“Kenapa tidak menghubungiku Jungchan-ah. Kau kan bisa tinggal di tempatku” raut wajahnya sepertinya marah mendengar ceritaku.
“Aku tak ingin mengkhawatirkanmu. Mianhae” ucapku pasrah jika Junra memang marah.
Junra menghela nafas panjang “Lalu kapan kau akan keluar dari dorm mereka?”
“Sore nanti ini aku akan mencari yang baru. Tenang saja, mana mungkin aku lama-lama bersama mereka. apa kata dunia?” Cengirku.
“Ya! Aku marah padamu, malah kau menyengir kuda seperti itu. Arasso, aku akan mengantarmu mencari apartement yang baru” Junra baik sekali. Aku langsung memeluknya.
“Gomawo Junra-ah” kataku. “Ne, tapi lain kali jangan segan-segan meminta tolong padaku. Kitakan sebangsa, setanah air. Hehehe” jawab junra menepuk pundakku sambil mengepalkan tangannya keatas.

****************

(@evening day)
Waktunya mencari tempat tinggal. Yup, barang-barang di mejaku sudah siap. Aku akan ke tempat junra sekarang.

“Jungchanssi, mau pulang kan? Ayo pulang bersamaku” kata siwon memberikan tumpangannya.
“Aniyo Siwonssi. Aku harus mencari temapat tinggal baru sekarang” tolakku halus.
“Mau aku temani?” siwon menawarkan pertolongan lagi. Beginilah, karena kebaikan mereka semua, Aku jadi merasa tak enak hati kalau lama-lama berada di sana.
“Tidak usah. Gomawo atas tawarannya siwonssi. Temanku sudah berjanji akan menemaniku”
“Baiklah.. aku balik duluan ya.. pulangnya jangan malam-malam. Nanti Heechul hyung khawatir lagi” Siwon meninggalkanku dengan senyuman penuh arti. Aku jadi bingung sendiri. Sudahlah, aku harus bergegas menemui Junra.

(@TVXQ room)

“Mianhae Jungchan-ah. Chongmal mianhae. Aku ada rapat dengan Jaemin sunbae” berkali-kali Junra membungkuk minta maaf padaku.
“Gweanchanayo. Aku akan pergi sendiri” aku berusaha menenangkan Junra bahwa aku baik-baik saja.

“Jungchanssi? Annyong” Jejung masuk ke ruangan, diikuti 4 member yang lain.
“Ne, Annyonghaseyo”aku membalas menyapa mereka.
“Wah hyung, di luar tadi kau nampak bad mood. Melihat Jungchan disini, wajahmu langsung berseri-seri seperti itu” changmin langsung menyeletuk.

Pletak

“Diam kau. Jangan pedulikan mereka Jungchanssi. Tumben sekali ada di sini” tanya jejung.
“Aah.. kebetulan sekali jejungssi, kau kan sudah tidak ada jadwal lagi. Temani Jungchan mencari apartement baru ya. Aku ada urusan jadi tidak bisa bersamanya” mwo? Junra menyuruh jejung mengantarku? Yang benar saja. Bukannya aku tak mau. Tapi itu kan lebih merepotkan orang lain lagi.
“Andwae. Biar aku pergi sendiri saja” tolakku dengan keras.
“Gwaenchana Jungchanssi. Tunggu aku ya. Aku ganti baju dulu” Jejung keburu pergi saat aku akan menolaknya.

“Memang chagi mau kemana?” aku menoleh ke sumber suara itu. Junsu?
“Aku ada rapat dengan Jaemin sunbae oppa. Aigo, banyak sekali keringatmu oppa” Junra menjawab pertanyaan dari junsu tadi sambil mengelap keringat di wajah junsu dengan tisu.

Apa-apaan itu? Kenapa mereka mesra sekali? Jangan-jangan...
“Jungchanssi.. kajja” jejung menarikku di saat aku ingin bertanya pada junra tentang pemandangan aneh itu. Sudahlah, nanti saja. Aku akan menginterogasi Junra sendiri.

_TBC_

Nb : waa.. ada apa dengan junra dan junsu? Kekekeke >,< lagi2 saya numpang tenar. Hahahaha

@kondangkusuma : enak ya tinggal ama leeteuk, siwon, heechul... kurang baik apa aku ya.. hahahaha

@readers : Mian kalo tambah ruwet*benang kalee..* tentang artikel yang golongan darah AB, aku tu ngambil dari google kok. Jadi bukan ngarang sendiri. Aku juga kaget kalo AB tu terburuk di jepang. ckckckckc

Dan Aku butuh kritik dan saran dari kalian semua..

Gomawo yang uda mau baca..

No comments:

Post a Comment