Wednesday, September 1, 2010

FANFICTION - Eternal Love in Han River

ini ff punya temenku.. aku uda minta izin buat ngepublish ni ff di blogku*ya kan jah?* happy reading..

**************************

Cast : You, Ryeowook

By : Ziizah 사랑 Changmin





Tempat terindah bagiku adalah sungai han ini.

Semua masalah akan berkurang bahkan terasa hilang saat aku berada disini.

Termasuk cinta abadiku. Wookie Oppa.

*******************

(Flash back)

Drrt.. drrt..

Aku terbangun dari lamunanku saat aku mendengar ponselku bergetar.

Saat kulihat layar ponselku, ternyata panggilan dari wookie oppa. Aku tersenyum simpul.

“yoboseo oppa..” jawabku manja

“chagi, kau sedang apa?” suara oppa dari seberang sana

“hhhmmm baru saja selesai mengerjakan tugas kuliah. Wae oppa?”

“Aahh aniyo... chongmal bogoshipo.” Suara oppa merayuku

“ah oppa ini. Kitakan sudah seharian bersama tadi. .” jawabku manja

“chagiya, apa kau tidak rindu denganku?”

“a..aniyo oppa. Nado chongmal bogoshipo.”

“kalau begitu lihatlah keluar jendelamu.”

Aku mengikuti kata- kata oppa. Aku melihat keluar, dan kutatap langit yang hitam kelam penuh dengan bintang.

“chagi bukan melihat langit. Lihatlah kebawah” suara oppa dari ponselku.

“a?” suara oppa lumayan mengagetkanku. “ne oppa.” Aku melihat kebawah dan aku melihat Wookie oppa dengan motor sportnya.

“mwo??? AH.. Oppa.” Kataku masih lewat ponsel.

Tapi selama ini oppa tidak pernah membawa motor, kenapa sekarang membawanya?

Tanpa berpikir panjang aku berlari keluar kamar, menuruni tangga dan keluar rumah.

“ottokhe? Suprise..” oppa tersenyum lebar sambil merentangkan tangannya, dan meraihku kedalam pelukannya.

Aku hanya tersipu dalam pelukan hangatnya.
“ada apa oppa kemari?” tanyaku sambil melepas pelukannya.

“aku tadi sudah bilang kalau aku rindu kau chagiya.” Tangan kanan oppa melingkar dileherku

“chongmal saranghae chagiya.” Oppa menatap mataku dalam dan mengecup keningku.

“nado saranghae oppa” jawabku sambil tersenyum

“ayo kita keluar menikmati malam ini”

“baiklah oppa. Aku ambil tas sebentar ya oppa.” Aku berlalu masuk rumah dan mengambiltas ku.

“tapi oppa, tumben bawa motor?” tanyaku heran

“supaya kita lebih dekat saja.” Jawabnya ringan

"kajja..” oppa menaiki motornya dan kuikuti.

Kami berdua menyusuri kota Seoul malam ini.

Wookie Oppa menghentikan motornya di sungai Han.

“waaaaahh...” indahnya..” aku merentangkan tanganku dan menghirup udara segar di sekitar sungai ini.

Wookie oppa tersenyum melihatku. Lalu dia melingkarkan tangan kanannya di leherku.

"chagi, entah kenapa aku tidak ingin berpisah denganmu seharian ini. aku selalu ingin melihatmu, memelukmu.” Wookie oppa memandang lurus.

Aku tersenyum hangat dan oppa membalasnya dengan senyuman yang selalu menemaniku selama 3 tahun ini, dan membelai rambutku.

1 jam kami bersama menikmati keindahan sungai han pada malam hari.

“chagi. Saranghae. Chongmal saranghae..” bisik oppa

“nado saranghae oppa” aku tersipu.

Wookie oppa memutar bahuku sehingga kami berdua saling berhadapan. Lalu dia meraih daguku, muka kami sangat dekat. Wookie oppa mengecup bibrku lembut.

Setelah itu aku hanya tertunduk dan merasakan jantungku berdegup kencang. Angin malam berhembus menusuk tubuhku sehingga membuatku mengggigil.

Seakan tahu aku benar-benar menggigil. Dia memasangkan jaketnya di badanku.

“gomawo oppa.” Wookie oppa mendekatkan tubuh kami berdua sehingga aku merasa hangat.

“malam semakin larut, dan kau sudah menggigil kedinginan. Sebaiknya kita pulang.”

“ne oppa. Kajja”

Kami berdua menaiki motor dan pergi meninggalkan sungai han.
Saat dalam perjalanan pulang, tiba-tiba sebuah mobil datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi dan sorotan lampunya menyilaukan pandangan kami, sehingga membuat keseimbangan wookie oppa hilang.

Motorpun menabrak pembatas jalan dan terjadi benturan yang sangat keras.

Tidak terjadi apa-apa padaku, dan saat aku tersadar, aku melihat darah dimana-mana. Helm yang dipakai oppa pecah dan darah itu tidak henti-hentinya keluar dari kepala oppa.

Sontak aku berteriak panik

“OPPA..OPPA.. !!!“ kuletakkan kepala oppa dipangkuanku. Tak kupeduikan bajuku yang bersimbah darah.
Kuihat orang-orang mengitari kami, dan terdengar suara ambulance.

Setibanya di rumah sakit, aku masih menangis dan menyebut-nyebut nama oppa yang tak sadarkan diri.

Wookie oppa dibawa ke dalam ruang UGD. Semua alat dipasang setelah oppa mendapatkan pertolongan pertama.

Aku hanya terduduk lemas dilantai rumah sakit sambil menangis.

Saat aku melihat lewat kaca ruang UGD dokter memacu jantung oppa. Berkali-kali dokter melakukannya tetapi tidak ada reaksi.

“Tuuhaan tolonglah wookie oppa. Kami baru saja menghabiskan waktu kami bersama.” Batinku sambil menangis.
Dan terdengar “ttiiiiiiiiii....tt” suara dari alatpacu jantung didalam
“omo.. apa yang terjadi dengan oppa?” aku terbelalak dan tangisku semakin hebat.

Saat dokter keluar dari ruang UGD, aku berlari menghampirinya.
“dokter otthoke?” tanyaku lemas
"kami sudah berusaha dengan keras tetapi tuhan memiliki maksud lain.” Jawab dokter
Seakan langit runtuh menimpaku. Aku terduduk lemas dan menangis.
“oppa... kenapa pergi meningalkanku??” aku masih menangis

**********************

Aku menatap gundukan tanah yang ada depanku. Terdapat batu nisan tertulis

Our beloved

Kim Ryeowook

Semua pelayat satu persatu pergi meninggalkan makam ini. tidak denganku.

“oppa, saranghamnida.” Ucapku lirih dan meneteskan air mata.

**********************

(Flash back end)

Dua tahun setelah kepergian wookie oppa,

Aku sekarang berdiri di depan sungai sungai han saksi cintaku dengan wookie oppa

Aku menatap keindahan sungai han dan menikmati semilir angin.

Aku masih sendiri dan hatiku masih untuk wookie oppa. SELAMANYA..


NB by Ziizah 사랑 Changmin :

maaf kalo ceritanya GJ soalnya masih baru pertama kali nulis.

thanks to Raras Junsu 라라스준수 uda dukung aku buat nulis fanfic. jangan gede kepela ya..

hehehehe

No comments:

Post a Comment