Monday, May 28, 2012

FANFICTION – UNTITLED


Ini FF pertamaku tahun 2010. *kayaknya*

FANFICTION – UNTITLED Part 1

Wah ... hahahahaha*author geje*
This is my first FanFic. Yah, ff pertama dan berminggu-minggu untuk menyelesaikannya. Biasa, orang sibuk. Hahahaha
Maaf kalo ffnya geje*kayak yg buat*, maklum belum terbiasa. Dan maaf kalo banyak kata yang ga enak buat di baca.

Cast : Super Junior

************

(Eun Ji POV)

“ Eun Ji-ah .. Eun Ji-ah.. “ Seorang gadis berlari menghampiriku.
“ Wae ? “ tanyaku bingung.
“haah..haah.. aku pinjam.. haah..haah..” sepertinya dia kehabisan tenaga karena berlari.
“ Tarik nafas dulu Soon Ra-ah “
“ Oke “ Soon Ra mengikuti kata-kataku, dia pun mengambil nafas dan melanjutkan bicaranya.
“ Aku pinjam ponselmu donk. Minta 1 sms boleh? Untuk sms oppa ku “ jelasnya.
“ kau berlari seperti itu hanya untuk meminjam ponsel? “tanya ku geleng-geleng kepala dan memberikan ponsel ku padanya.
“ hehehe..  penting sekali nih. Aku pinjam bentar ya?. “


 Lee Soon Ra, sahabatku selama 4 tahun ini. Dia sering meminjam ponsel ku untuk mengirim sms,  setauku ia tidak punya ponsel sendiri. Entah karena alasan apa. Soon Ra tidak pernah bercerita tentang keluarganya. Pernah waktu itu aku bertanya tentang oppanya, dan dia malah menjawab kalau aku tak boleh mengenal oppanya demi kebaikanku. Soon Ra bilang kalau oppanya playboy dan senang sekali mempermainkan perasaan wanita. Dia selalu mengkhawatirkan orang lain daripada dirinya sendiri. 

(Author POV)

Siang ini hari tampak mendung. Sebagian orang sudah mempersiapkan peralatan hujan mereka. Rintikan air mulai berjatuhan. Park Eun Ji dan Lee Soon Ra berlari menuju halte untuk menghindari hujan yang mulai deras.
“ Haishh.. kenapa hujannya hari ini sih ? jadi bad mood nih! “ kata Soon Ra dengan kesal.
“ kok menyalahkan hujan? “ jawab Eun Ji sambil membersihkan air di bajunya. Tiba-tiba ia melihat seorang namja yang dikenalnya.
“ Soon Ra-ah.. bukankah itu Cho Kyuhyun? “
“ Hah? Odiso? Odiso? “ tanya Soon Ra menengok kanan kiri mencari sosok yang Eun Ji maksudkan.
“ Itu lho ” tunjuk Eun Ji pada namja yang bernama Cho Kyuhyun itu.
“ Aigo.. Cute sekali namja itu ”
“ Ku panggilkan ya ” seru Eun Ji tiba-tiba.
“ Aaah.. Andwae...” belum sempat Soon Ra melanjutkan bicaranya, Eun Ji sudah memanggil namja yang di sukainya.
“ Kyuhyun-ah. Cho Kyuhyun !!” teriak Eun Ji sambil melambaikan tangannya.

Nampaknya, namja itu menyadari ada seseorang yang memanggilnya. Ia lalu menghampiri asal suara itu.
“ Lee Soon Ra, Kim Eun Ji. Annyong! “ sapa Kyuhyun dengan memamerkan senyuman khasnya dan mungkin bisa membuat Soon Ra pingsan jika tak ada Eun Ji disampingnya.
“ A..Anyong Kyuhyun-ssi “ karena terlalu gugup, suara Soon Ra bergetar.
Demi mencairkan suasana, Eun Ji mengajak kedua temannya itu menunggu hujan reda di Cafe belakang halte.

(@ Cafe)

“ Sepertinya hujan kali ini akan lama redanya.” Tengok Kyuhyun ke arah luar jendela.
Sebuah senyuman usil datang dari bibir Eun Ji.
“ Soon Ra-ah, mianhae. Oemma menyuruhku untuk pulang cepat. Jinja mianhae. Aku tinggalkan kalian berdua ya.. Annyong “ ucap Eun Ji buru-buru sambil membaca inbox di ponsel nya.
“ Mwo? Oemma? Bukankah...”
“ Ne, Soon Ra sayang, oemma menyuruhku pulang cepat hari ini.” Potong Eun Ji dan mengedipkan matanya diam-diam ke arah Soon Ra.
“ Kyuhyun-ah, tolong jaga Soon Ra.jangan biarkan dia kehujanan. Arasso? “ lanjut Eun Ji
“ Ne, arasso. “ jawab Kyuhyun penuh tanggung jawab
“ Oke deh. Ku percayakan dia padamu ya.. Annyong.“ Soon Ra hanya bisa melihat Eun Ji pergi ditengah derasnya hujan.

(Soon Ra POV)

Eun Ji pembohong! Oemma apanya?! Oemma nya kan sedang di luar negri. Aigo.. Ottoke? Aku hanya berdua dengan Kyuhyun di sini.
“ Soon Ra-ah? Gwaenchana? Mukamu merah sekali, apakah kau sakit? “ tanya Kyuhyun dengan wajah khawatir dan tiba-tiba tangannya menyentuh dahiku.

OMO!!! Jantungku berdetak kencang sekali. Bagian dahiku yang disentuh olehnya terasa panas dan sepertinya wajahku bertambah merah.

“ Ne, Gwaenchanayo Kyuhyunssi.”
“ Ya! Jinja Gwaenchana? Hajiman, kenapa memanggilku seperti itu? Cukup Kyuhyun saja, formal sekali kau ini. arasso? “ ternyata dia sangat mencemaskanku.
“ Ne, Arasso Kyuhyun-ah “ jawabku dengan tersenyum padanya.

Tiba-tiba ada 3  laki-laki berseragam pelayan menghampiri meja kami.

“ Selamat Siang tuan dan nona. Kami adalah Suju H.R.Y dan kami akan membawakan sebuah lagu untuk anda. Saya Henry yang akan memainkan biola, mereka adalah Ryeowook dan Yesung yang akan bernyanyi dengan iringan biola saya.” Kata namja yang bernama Henry itu bersiap menggesek biolanya.
“ Tapi kenapa tiba-tiba? “ tanyaku bingung.
“ Begini agassi, Cafe kami hari ini mengadakan promo untuk para pasangan.” Jawab namja yang berparas cantik itu.
“ Tapi kami bukan....”
“Aaa.. silahkan, silahkan” potong Kyuhyun agar mereka segera bernyanyi.

Aku menatap Kyuhyun dengan bingung. Kami kan bukan sepasangan kekasih, kenapa dia mempersilahkan mereka? Aa..Aniyo, aku sudah berpikir terlalu jauh.. tidak mungkin..

Lagu ‘ You are my endless love’ yang mereka bawakan sangat romantis. Betapa senangnya kalau aku dan Kyu benar-benar menjadi kekasih. Plok plok plok. Tepukanku dan Kyu mengakhiri penampilan Suju H.R.Y itu. Sebelum meninggalkan meja kami, mereka memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah. Kyu yang sudah penasaran langsung membuka kotak itu, dan ternyata isinya adalah sepasang kalung setengah hati yang saling menempel.

“ Wah, kenapa mereka memberikan kalung in?” tanyaku sambil memandang kalung itu dengan seksama.
“ Mungkin mereka benar-benar mengira kita kekasih. Hehehe.”
Wajahku langsung merona setelah mendengar jawabannya.
“ Kau mau memakainya atau tidak? Kalau aku sih mau. Sayang sekali jika tidak dipakai.” Katanya sambil mengenakan kalung itu di lehernya.
“ Ne, aku akan memakainya.” Kataku dengan ragu-ragu.

******

(Author POV)

Esok harinya saat di kampus.

“ Soon Ra-ah.. ottoke?? “ tanya Eun Ji yang tiba-tiba muncul di hadapan Soon Ra.
“ Ya!! Kau ini mengagetkanku saja! Ottoke wae? “ tanya Soon Ra balik.
“ Haishh kau ini, pura-pura tidak tau ya? Yang kemarin itu lho. Jangan bilang kalau gagal! Aku sudah susah-susah memesan Suju H.R.Y itu dan secepat kilat memilih kalung pasangan yang kau pakai saat ini. “ kata Eun Ji sambil memegang kalung yang dikenakan Soon Ra.
“ Mwo?? Jadi kalung ini dan 4 namja kemarin kau yang merencanakan?” tanya Soon Ra tak percaya pada rencana sahabatnya itu.
“ Ne, hahaha.. bagus kan ideku? Dengan begini kau bisa dekat dengan Kyuhyun.”
“ Bagus sih bagus. Tapi kau hampir membuatku kena serangan jantung tau!!” kata Soon Ra dengan kesal.
“ Hehe tapi kau senang kan kemarin..” Eun Ji semakin senang menggoda Soon Ra yang semakin kesal.
“ huh kau ini selalu saja. Ngomong-ngomong soal kemarin, bagaimana kabarmu dengan Jungsoo oppa? “
“ Jungsoo oppa? Baik, tapi kami sekarang jarang bertemu, katanya dia lagi sibuk. Tak biasanya kau tanya seperti itu, ada apa? “ tanya Eun Ji penasaran.
“ Aa.. Ani, hanya ingin tanya saja.”
“ Hmm.. kau mencurigakan Soon Ra-ah. Jujur padaku, ada apa? “ Eun Ji masih tak percaya dengan jawaban Soon Ra.
“ Entahlah, aku berdoa aku salah lihat sih. Tapi kemarin saat di Cafe bersama Kyu, aku melihat Jungsoo oppa bersama perempuan lain dan terlihat mesra. “ jelasnya dengan nada khawatir menunggu reaksi dari Eun Ji.

Mendengar hal itu, Eun Ji sedikit kaget dan mencoba menenangkan perasaannya dan berpositive thinking. Ia lalu tersenyum kepada Soon Ra

“ Aku tak tau harus berkata apa. Aku tak berani untuk menyimpulkan sesuatu yang belum ku lihat sendiri. Semoga saja kau salah melihatnya. Gomawo karena sudah mengkhawatiran ku.”
“ Semoga saja. Ne, aku kan sahabatmu.” Soon Ra balik tersenyum.

(Soon Ra POV)

Ia perempuan yang tegar. Tidak berani menyimpulkan sesuatu sebelum ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Jungsoo oppa adalah pacar Eun Ji sejak 1 tahun yang lalu. Aku senang bila melihat mereka bersama. Tapi kejadian kemarin membuatku shock dan tak percaya apa yang kulihat. 

(Eun Ji POV)

Kata-kata Soon Ra masih terngiang di telingaku. Apa yang harus aku lakukan?. Ku ambil ponsel yang ada di tasku dan mencari contact name ‘ Jungsoo yoboe’ dan kupencet tanda call, tidak ada jawaban. Kuulang beberapa saat dan masih tidak diangkat. Oppa, kau sedang apa?aku benar-benar mencemaskanmu.

-To be Continued-

Maaf part 2 nya kelamaan, fanfic pertama sih, jadi buntu gitu mikir kelanjutannya.
Biasa, aku tipe orang yang punya cerita awal, tapi gak tau cerita akhirnya..kkekeke
Oke.. ini dia ‘Untitled part 2’ * tetep gak tau mau ngasih judul apa*
Maaf kalau ceritanya mbulet*kayak yang bikin*
_____________________________
Cast : Super Junior
_____________________________

Drt..drt..drt.. kurasakan ponselku bergetar di samping bantalku. Dengan malas dan mata masih 5 watt, kuangkat panggilan masuk itu.

“Yoboseyo? Nugu seyo?” tanyaku sambil meraih guling.
“Chagiya.. ini sudah pagi, kok masih tidur?” suara itu! Suara yang selalu kurindukan.
“Oppa !!“ tanyaku tak percaya.
“Wae?? Kau tak senang aku menelponmu? Bogoshippo chagiya.”
“Ani Oppa, nado bogoshippo.” Jawabku dengan senang dan bangkit dari kasur.
“Oppa jigum odisoyo? “
“Sekarang aku sedang berada di daerah incheon. Minggu depan baru aku kembali ke Seoul chagi.” Jelasnya yang membuatku kecewa.
“Mwo? Minggu depan? Lama sekali? “
“Sabarlah chagi, aku juga sangat ingin bertemu denganmu secepatnya. Tapi aku sangat sibuk sekali. Mengertilah, arrachi? “ aku memasang wajah cemberut dan aku tau oppa takkan bisa melihatnya.
“Ne, arasso oppa..”
“Park Eun Ji, jangan pasang wajah cemberutmu saat aku tak bisa melihatmu donk. Aku bisa merasakannya di sini.” Katanya dan membuatku tersenyum sendiri.
“Aaah oppa ini..”
“Sepertinya bos ku sedang mencariku. Nanti aku telpon lagi ya.. Annyong Chagi, Saranghae.”
“Nado saranghae oppa..” kata terakhirku sebelum menutup telpon darinya.

Hari ini aku akan berjuang !! obat penyemangatku sudah menelpon tadi. Rasa curigaku kemarin juga sudah berkurang. Ku ambil handuk di lemari pakaian dan terdengar getar dari ponselku lagi.

“Yoboseyo? Ada apa Soon Ra-ah?“ tumben sekali dia sudah bangun.
“Aku lupa memberitahu mu, heechul songsenim memberikan kita tugas kelompok. Bagianmu adalah menyurvei cafe yang berada di sebelah Seoul Tower. Kau bisakan?“ waduh tugas lagi? Haishh.. kejam sekali heechul songsenim ini.
“Kau tak mau menemaniku?“ tanyaku memohon.
“Hehe, mianhae. Hari ini aku sudah ada janji dengan Kyuhyun. Mianata.”
Wah, rupanya mereka sudah berteman dekat. Tidak sia-sia rencanaku kemarin. Kekekekeke.
“Baiklah, tapi besok kau harus menceritakan semuanya.” Ancamku.
“Ara.. ara Eun Ji-ah.. ku tutup ya.. Kyuhyun sudah menungguku di luar. Annyong”
“Ne, Annyong.”

*****

(Author POV)

Setelah mendapat telpon dari Soon Ra, Eun Ji langsung menuju cafe yang berada di dekat Seoul Tower. Sesampainya, ia mencari manager cafe itu. 

Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah meja yang sedang ditempati sepasang kekasih. Detak jantungnya berdegup kencang saat sang namja mengelus rambut yeojanya dengan mesra dan menciumnya. Ia menarik nafas untuk menenangkan diri dan menghampiri sepasang kekasih itu.

“Jungsoo oppa? Sedang apa di sini?“ kata Eun Ji manja sambil memeluk leher kekeasihnya itu dari belakang.

Reflek Jungsoo membalikkan badan dan sangat kaget ketika Eun Ji mucul dihadapannya.

“Chagi? Wae? Siapa wanita itu?“ ucapnya agar memancing yeoja yang berani mendekati kekasihnya. Dan ia benar, yeoja itu langsung berdiri dan mendorong Eun Ji kebelakang.
“YA!! Nugu seyo?!! Kenapa kau berani memanggil pacarku chagi?“ Eun Ji tersenyum karena ia berhasil memancing emosi yeoja itu.
“Mwoya?? Pacarmu? kau itu hanya selingkuhan saja. Aku ini sudah berpacaran dengannya dari 1 tahun yang lalu.”
“ Oppa, jadi ini yeojachingu mu yang akan kau putuskan demi aku? Hahaha..cepatlah Jungsoo oppa, kau harus memenuhi janjimu padaku untuk memutuskan wanita murahan ini.”

Deg ! 
Mendengar perkataan itu, jantung Eun Ji berdetak kencang. Tubuhnya mematung tak bisa bergerak. Ingin sekali ia berteriak, tapi bibirnya mengatup rapat. Akhirnya Jungsoo menarik Eun Ji tidak jauh dari mejanya.

“ Mianhae Eun Ji-ah.. Jongmal mianhae. Aku bertemu dengannya 4 bulan yang lalu. Ia mengisi hatiku saat kau tak ada. Mianhae.” Jungsoo mencoba menjelaskan perasaannya.
 “Gotjimal oppa! GOTJIMAL!!“
“Mianhae, aku harap kau melupakan kenangan kita dulu.” Jungsoo meninggalkan Eun Ji yang masih tidak percaya apa yang terjadi pada dirinya. Air matanya sudah tak dapat untuk dibendung lagi, menetes satu demi satu.

Secara tidak sadar, ada seorang namja yang mendekatinya.

“Tenanglah agassi, masih banyak pria yang lain. Untuk apa kau menangis seperti itu? Wajah cantikmu bisa hilang kalau kau menangis agassi.”  Ucap namja yang tak dikenalnya itu.
“Ne?“ tanyanya bingung sambil menghapus air mata dengan punggung tangannya.
“Pacarmu itu sungguh bodoh karena meninggalkan wanita secantik dirimu. Bagaimana kalau kau denganku saja?“ goda namja itu kepada Eun Ji yang air mukanya berubah warna karena kesal.

PLAKK!!
Eun Ji memutuskan untuk meninggalkan namja gila yang masih mengelus pipi itu.

(Eun Ji POV)
Aku berlari menuju kamarku dan ku kunci rapat-rapat agar tak ada seorang pun yang melihatku menangis saat ini. Park junsoo brengsek!! Ndapundum namja!! Aku tak percaya akan semua ini, padahal baru tadi pagi Jungsoo berkata’saranghae’ kepadaku. Apa yang dilihat Soon Ra selama ini benar. Aku harus memberitahunya kejadian ini.

“Yoboseyo.. Aah Eun Ji-ah, kebetulan kau menelponku. Aku mau bercerita padamu.” Terdengar suara riang dari seberang sana.
“Aku juga Soon Ra. Kau dulu saja yang berbicara.”
“Hehehe, kau tau, hari ini aku sangat gembira sekali. Kyu memintaku untuk menjadi pacarnya! Kya.. nan haembokhe..” aku tersenyum mendengarnya.
“Chongmal? Lalu kau jawab apa?“
“Haishh.. kau ini bagaimana. Tentu saja ku jawab iya. Tadi kau ingin bicara apa??“ aku tak mungkin memberitahu kejadian yang kualami karna suara Soon Ra kelihatan bahagia sekali.
“Ani, aku juga ingin bertanya bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun tadi. Ternyata kau menjawab duluan. Chukae Cho Soon Ra.” Candaku
“Ya!! Dia baru memintaku untuk menjadi pacarnya, bukan melamarnya!“
“Haha. Tapi kau juga ingin dilamar sekaligus kan?“ godaku yang mungkin bisa membuat Soon Ra memerah.
“Park Eun Ji! Awas kau!”
“Eh, tadi bagaimana dengan survei cafenya?“ OMO!! Aku lupa.
“Hmm, mungkin besok. Hari ini aku malas keluar.” Maaf soonra, aku benar-benar lupa karena kejadian tadi.
“Ne, Arayo..”

Akh!! Gara-gara si Jungsoo, aku melupakan tugasku. Haishh benar-benar namja brengsek.
Eh? Tadi aku menampar orang ya? Ah biarlah, dia juga yang salah karena menggodaku yang baru diputusin. Dasar Playboy.

*******

1 minggu kemudian.

@ Campus


Sudah 4 hari Soon Ra tidak datang ke kampus, biasanya ia selalu menghubungi Eun Ji jika ada hal yang penting. Kyu yang sudah resmi menjadi pacar Soon Ra sejak 1 minggu yang lalu tampak bingung dan menanyakan hal itu kepada Eun Ji.

“Eun Ji-ah, ottokhe? Sudah tahu kabar tentang Soon Ra?“ wajah Kyu sangat geliah kekasihnya tidak memberikan kabar.
“Mianhae Kyuhyun-ah. Aku tak tahu cara menghubunginya.” Jawab Eun Ji yang merasa bersalah sebagai sahabat soonra yang tak tau apa-apa.
“Bukankah dia sering meminjam ponselmu untuk mengirim pesan ke oppanya?“
“Aah! Pabo sekali aku ini. Melupakan hal sepenting itu. Untung saja sent message nya belum kuhapus.” Dia langsung membuka ponselnya dan mencari pesan yang Soon Ra pernah kirim ke oppanya.

TO : Soon Ra’s Brother
Annyonghaseyo..
Apa benar ini nomer oppanya Soon Ra?
Nanun Park Eun Ji imnida, hanya mau tanya, apakah Soon Ra baik-baik saja? Karena sudah 4 hari ini dia tak masuk kuliah. Kami sangat mengkhawatirkannya.

Eun Ji mulai memencet tombol send. Dan terkirim. Kini dia dan Kyu hanya bisa menunggu balasan dari oppanya Soon Ra.

******

(Eun Ji POV)

Huah.. sudah 6 jam tapi oppanya Soon Ra belum membalas juga, dan sudah 80 kali kyuhyun menanyakan balasan itu. Jadi setiap 4,5 menit sekali kyu bertanya.
Drt..drt.. cepat- sepat kuambil ponselku, mungkin saja itu balasan dari oppanya Soon Ra.

From : Soon Ra’s Brother
Mian, aku baru membalas pesanmu. Karena sejak tadi sibuk sekali.
Maaf sudah membuatmu khawatir tentang Soon Ra, dia terkena tifus dan sekarang sedang istirahat di rumah.

OMO!! Ternyata Soon Ra tererang tifus. Ottokhe? Aku harus menjenguknya. Tapi aku tak tau alamat rumahnya, akan ku tanya oppanya saja.
Tak lebih dari 2 menit, ada balasan lagi yang berisi alamat rumah Soon Ra. Segera mungkin aku langsung menghubungi Kyuhyun.

*****

(Author POV)

Keesokan harinya, Eun Ji dan kyuhyun mendatangi rumah Soon Ra. Pertama kalinya mereka kerumah ke sana. Kyuhyun tampak berdebar-debar karena akan bertemu oppanya Soon Ra.
“Tidak usah Grogi, kan kan hanya menjenguknya, bukan melamarnya. Kekekeke” Canda Eun Ji, Kyuhyun hanya bisa mencibirkan bibirnya.

Sesampainya, kyu memencet bel dengan gemetar.

Ring Ding Dong

Tak ada sura dari dalam rumah.
“coba tekan lagi” Eun Ji menyuruh kyu untuk menekan bel lagi.

Ring Ding Dong.

Suara langkah kali terdengar menuju pintu.
“ne, jamkambanyon” suara parau itu, siapa lagi kalo bukan sonn ra. Saat membukakan pintu, terlihat raut wajah kaget saat melihat pacarnya dan sahabatnya datang.
“ Kyuhyun Oppa?Eun Ji-ah? Kenapa ada di sini?” tanya Soon Ra yang tidak percaya.
“Pabo! Tentu saja kami sangat mengkhawatirkan keadaanmu, bagaimana kau bisa tidak menghubungiku seperti itu?” kata kyuhyun sambil memeluk Soon Ra.
“Ehem, sebaiknya kita masuk dulu.” Potong Eun Ji yang iri dengan kemesraan 2 temannya itu.

Mereka bertiga akhirnya masuk kedalam ruang tamu Soon Ra.
“Chagiya, bagaimana keadaanmu sekarang? Kau sendirian di sini?” tanya Kyuhyun
“Ne,Gwaenchana oppa, sudah lebih baik.”
“Tadi oppa menemaniku, tapi dia sedang ke supermarket” lanjut Soon Ra, wajahnya masih terlihat pucat.

Bruukk, seseorang membuka pintu rumah Soon ra sambil meneteng kresek di 2 tangannya.
“Donghae Oppa, Wasso?”

(Eun Ji POV)

Bruukk. Ada yang datang?

“Donghae Oppa, Wasso?” kata Soon Ra pada seseorang yang baru saja membuka pintu.
Mataku terbelak saat melihat namja itu.
“Annyonghaseyo Donghaessi” sapa kyuhyun pada oppanya Soon Ra yang baru ku ketahui bernama Donghae.

Ia hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu pandangan matanya melihat kearahku, dan dia menyeringitkan dahi. Aku tak membalas tatapannya.

“Soon Ra-ah, apakah agassi ini temanmu juga?” tanyanya pada Soon Ra dengan tersenyum penuh makna.
“Ne, oppa. Tapi jangan pernah kau menggodanya. Dia teman baik ku. Awas kalau opaa macam-macam pada Eun Ji !!” ancam Soon Ra.
“Jadi namanya Eun Ji. Mianhae Soon Ra-ah, sebelum kau bilang begitu, aku sudah tergoda duluan.” Kata-kata itu membuatku kaget dan kesal.
“MWORAGO??” kataku setengah teriak.
“hahaha,Eun Ji ssi. Kan sudah pernah kubilang, kalau wajahmu itu tak pantas jika menangis, apalagi marah-marah seperti itu.”
“ tamparanmu masih membekas lho..” lanjutnya sambil memegang pipi yang pernah kutampar dulu.
“Haishh, Soon Ra-ah, ayo kita kekamar mu saja.” Ku geret Soon Ra untuk berdiri, diikuti dengan kyuhyun yang berwajah bingung.

(Donghae POV)

Agassi itu sangat lucu. Aku sudah tertarik padanya saat dia menampar ku. Jujur saja, tak ada wanita yang menamparku seperti itu selain dia. Tidak kusangka ternyata adalah teman Soon Ra sendiri yang bernama Eun Ji.  Wajahnya sangat lucu jika sedang marah. Aku jadi ingat ekspresinya saat mantan pacarnya memutuskannya, dia hanya diam seakan-akan tak percaya mantan pacarnya berbuat seperti itu. Terlihat kalau Eun Ji adalah wanita yang polos.

(Eun Ji POV)

Saat di kamar Soon Ra, aku di beri pertanyaan yang bertubi-tubi oleh Soon Ra. Dan dengan terpaksa aku menceritakan semua kejadian tentang jungsoo saat memutuskanku. Dia sangat kaget dan memarahiku, padahal dia lagi sakit. Kyuhyun langsung menenangkan pacarnya itu.

Aku dan kyuhyun pulang dari rumah Soon Ra saat matahari sudah tidak muncul lagi. Donghae oppa menawarkanku untuk mengantar sampai depan halte. Aku menolaknya, tapi Soon Ra malah memaksaku untuk diantar oppanya. Aku terpaksa tidak bisa menolak lagi.

“Eun Ji-ah, apakah kau percaya pandangan pertama?” tanya Donghae oppa saat kami sudah berda di halte.
“Ani..”
“Apakah kau percaya kalau aku jatuh cinta padamu saat kau menamparku?” pertanyaan macam apa itu. Membuat orang kaget saja.
“Ani..” jawabku singkat dan tetap melihat kearah jalan.
“ Waeyo?”
“karena Soon Ra bilang aku tak boleh dekat denganmu, karna oppa seorang playboy! “ jawabku enteng.

Tiba-tiba kedua tanganya memegang bahuku dan memutar badanku sehingga wajah kami bertemu dekat sekali.
“bagaimana kalau kukatakan aku takkan mempermainkan wanita lagi kalau kau menerima cintaku?” perkataannya membuatku bingung. Wajahnya mulai mendekat cepat.

Chu~

Reflek tanganku menampar pipinya untuk yang kedua kalinya. Untung saja bis datang pada saat itu. Cepat-cepat aku masuk ke dalam.
“Annyong Eun Ji-ah.. saranghae” kata Donghae oppa sambil mengelus pipi kiri yang aku tampar tadi.
Kenapa bisa aku bertemu namja sepert itu. Aigo !!

_TBC_

FANFICTION – UNTITLED PART 3 (END)

Maaf kelamaan bikin lanjutannya..
Saya sibuk..*bilang aja males ngelanjutin* hahahha
Maaf kalau ceritanya jelek..

***************
Cast : Donghae
***************
Sudah 2 minggu Donghae mendekati Eun Ji, tapi Eun Ji belum memperlihatkan tanda-tanda kalau ia peduli dengan Donghae. Bagaimana tidak, dia masih trauma dengan mantan pacarnya yang dulu. Tentu saja Donghae tidak putus asa, semakin Eun Ji menjauh, semakin ia ingin mendekatinya. Baginya, Eun Ji adalah wanita yang unik.

Drt..drt..drt..

“Yoboseyo?”
“Chagiya? Sedang apa? Sudah makan? Malam ini sibuk tidak?” haishh.. tau kalau dia yang menelpon, aku tidak akan mengangkatnya tadi. Pikir Eun Ji.
“Donghaessi, bisa tidak sih jangan memanggilku chagi? Sejak kapan aku menjadi pacarmu,hah?”
“sejak kejadian di halte saat itu” jawab Donghae enteng. Mengingat kejadian itu, membuat Eun Ji malu.
“Ya!! Haishh sudah hentikan! Ada apa menelponku?” tanya Eun Ji kesal.
“Judes sekali sih? Hehehe, sedang apa?”
“Menelpon ku malam-malam begini hanya menanyakan sedang apa?! Kurang kerjaan sekali sih? aku banyak tugas!” tanpa mendengarkan jawaban dari Donghae, Eun Ji langsung menutup ponselnya.
“haishh orang yang menyebalkan”

*******

“Eun Ji-ah.. apakah Donghae oppa masih mengganggu mu?” Eun Ji hanya mengangguk pasrah.
“Mianhae Eun Ji-ah...”
“kenapa minta maaf? Kan yang menggangguku oppamu” tanya Eun Ji bingung
“tapikan juga gara-gara kau menjengukku, Donghae oppa jadi mengenalmu” ucap Soon Ra dengan nada bersalah.
“aniyo Soon Ra-ah. Gwaenchana. Lagian sebelum aku kerumahmu, kami sudah bertemu di cafe itu” kata Eun Ji sambil memeluk pundak Soon Ra.

********

Aneh, itulah yang dipikirkan Eun Ji sekarang. Sudah 3 hari ini tidak ada telpon atau sms dari Donghae. Perasaannya tidak enak, antara senang dan sedih. Senang karena tidak ada lagi yang mengganggunya. Sedih karena merasa hampa, biasanya setiap 10 menit sekali pasti ada telpon atau sms dari Donghae, kini sudah tidak ada lagi. Dan ada rasa khawatir tentang hilangnya Donghae dari kehidupannya.

*******

(Eun Ji POV)

Tugas Tugas Tugas Syalalala. Tidak hanya heechul songsenim yang kejam memberikan banyak tugas, tapi siwon songsenim juga. Daritadi siang aku mengerjakan di perpustakaan terus, tak terasa sudah gelap di luar. Aku berjalan keluar kampus sendirian karena soon ra sudah pulang duluan tadi sore. Wah, benar-benar sudah gelap dan sepi

“Agassi.. malam-malam begini mau kemana?” OMO!! Ada 4 lelaki mabuk. Haishh bagaimana ini?
“Agassi, ayo ikut kami minum daripada sendirian..” salah satu dari mereka menarik lenganku.
“Tidak mau!! Lepaskan!!” ku tepis tangannya dari lenganku.
“Sombong sekali, ayoikut kami saja” kurasakan tangan mereka mulai meraba bagian tubuhku.
“Andwae!! DONGHAE OPPA..” tak terpikirkan aku meneriaki namanya, mau bagaimana lagi, aku sangat ketakutan.

BRUGG!!

Tangan mereka terlepas dari tubuhku dan tak ada yang menarikku. Ku lihat satu persatu dari 
mereka jatuh ke tanah. Aku mundur beberapa langkah dan terduduk lemas.
“Eun ji-ah? Gwaenchanayo? Apakah ada yang terluka?” seseorang mendekat, aku masih shock dengan kejadian tadi. Aku mundur dari orang itu.
“Eun ji-ah ini aku”
“Andwae.. Pergi” ku dorong orang itu, tapi ia bangkit lagi dan meletakkan kedua tangannya di wajahku.
“Lihat aku. Aku Donghae” mata kami saling bertatapan. Aku mulai sadar dari shock ku.
“Donghae Oppa!” air mataku mulai mengalir, terasa pelukkan hangat darinya.
“Aku disini, jangan menangis, mereka sudah pergi. Ayo aku antar kau pulang” aku mengangguk setuju. Saat akan berdiri, kaki ku masih terasa kaku. Akhirnya donghae oppa menggendong ku dipunggungnya.
“Gomawo Oppa”

********

Setelah selesai mata kuliah hari ini, aku mempunyai janji dengan soon ra untuk pergi ke toko buku. Saat berada di depan kampus, kami dikagetkan dengan kehadiran donghae oppa.
“Oppa? Ada apa kesini? Oo aku tau, pasti salah satu wanita oppa kuliah disini ya?” sindir soon ra. Donghae oppa tertawa kecil dan memandangku.
“Ani, aku menjemput kalian berdua” jawaban donghae oppa membuat soon ra memicingkan mata.
“Aku khawatir dongsaeng, kemarin saat kau tinggalkan eun ji sendirian, dia digoda oleh laki-laki mabuk”
“Mwo?eun ji-ah, chongmal?? Kenapa tidak cerita? Haishh kalau tau begini kemarin aku tidak akan meninggalkanmu. Lalu kau baik-baik saja kan?” tanya soon ra khawatir.
“Ne, Gwaenchanayo.. kemarin untung saja ada donghae oppa” kataku sambil memberikan senyuman padanya.
“ hmm? Bagaimana oppa tau eun ji ada di sana? Jangan-jangan oppa membuntuti eun ji ya?” untuk yang kedua kalinya soon ra mengintrograsi oppanya. Aku juga baru sadar, bagaimana donghae oppa bisa langsung datang ya?
“Ya! Kau kira aku penguntit. Kebetulan saat itu aku juga mau menjemputmu karena sudah malam, tapi aku mendengar suara minta tolong dan menyebutkan namaku, langsung saja aku menghampiri asal suara itu, ternyata Park Eun Ji. Dan ku tau dari situ kalau kau sudah pulang duluan” jelas donghae oppa panjang lebar.

“eun ji,kenapa nama donghae oppa yang kau panggil?” kali ini aku yang kena picingan mata dari soon ra. 

Aku harus menjawab apa? malam itu hanya donghae oppa yang hanya ada dipikiranku. Eh? Iya ya? Kenapa hanya donghae oppa? Haish.. aku bingung dengan pikiranku sendiri.
“Eun ji-ah? Hei, melamun apa? kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”
“eemm..entahlah” jawabku malu-malu.
“sudahlah, tidak usah dipikirkan lagi. Kalian mau kemana? Ayo aku antar” kata donghae oppa merangkul leher kami.

*******************

(Author POV)

Sejak saat itu, hubungan eun ji dan donghae mulai membaik. Dan donghae mulai berusaha lagi untuk mendekati eun ji. Tapi karena eun ji sudah berhubungan lama dengan Park Jungsoo, tentu saja ia belum bisa sepenuhnya melupakan namja itu.

(Donghae POV)

Hari ini aku mengajak eun ji ke suatu tempat yang menurutku sangat indah. Kami dari seoul menaiki mobilku ke tempat itu. Sesampainya disana terlihat wajahnya tercengan melihat pemandangan di sana. Aku mengajaknya untuk duduk di cafe yang berada di dekat sini.
“Eunji-ah, bagaimana? Bagus tidak?” tanyaku, tapi pandangannya masih mengarah pada tempat tadi.
“Eun ji-ah?”
“Ne, jungsoo op...?” aku mengerti sekarang apa yang ia pikirkan.

(Eun ji POV)

Dongahe oppa mengajakku ke tempat kencan pertamaku bersama Jungsoo oppa. Walaupun kami sudah putus, tapi tetap saja aku tak bisa melupakannya. Aku jadi teringat kenangan-kenanganku bersama jungsoo oppa.

“Eunji-ah, bagaimana? Bagus tidak?”
“Eun ji-ah?” donghae oppa memanggilku tapi aku malah keasyikan melamun.
“Ne, jungsoo op...?”

Eh? Apa yang baru saja aku katakan? Aduh, aku benar-benar merasa bersalah pada donghae oppa.

“mianhae” aku menundukan kepalaku.
“Eun ji-ah” donghae oppa menggenggam tanganku. Aku sedikit kaget dan ku tatap matanya.
“belum bisa melupakan namja itu ya?” aku hanya mengangguk pada pertanyaannya.
“Bisakah aku menggantikan namja itu yang masih ada di hatimu?”
“Ne?”
“Eun ji-ah, aku akan membuatmu melupakan namja itu. Mau kan?” aku diam untuk berfikir.
“Tenanglah, kalau bersamamu, aku tak kan berani macam-macam pada wanita lain lagi. Nan Chongmal saranghaeyo Eun ji-ah”
“Ne oppa. Buatlah aku melupakannya” jawabku tersenyum.
“Gomawo Eun ji-ah” balasnya tersenyum lalu mencium keningku.
“Tapi oppa, bagaimana dengan soon ra?”

*******************

Sebelum pulang kerumah, aku mampir dulu kerumah donghae oppa untuk menjelaskan hubunganku dengan donghae oppa pada soon ra. Dia pasti tidak senang kalau aku bersama oppanya.

“Tenanglah jagi. Kan hanya bertemu dengan soon ra. Bukan orang tuaku”
“aku juga mengatakan hal yang sama pada kyu saat akan bertemu denganmu dulu” kataku pasrah. Donghae oppa memegang tanganku erat sebelum memencet bel rumahnya.
Ring Ding Dong

Saat membuka pintu, aku sudah bisa menebak wajah soon ra. Antara kaget, bingung dan marah. Aku hanya bisa diam berada di belakang donghae oppa.

“Apa yang kalian berdua lakukan? Oppa?!! Eun ji-ah?!!”
“Tidak membiarkan kami masuk dulu? Kasian eun ji sudah kedinginan” kata donghae oppa membawaku menuju ruang tamu.
“Eun ji-ah.. aku kan sudah bilang jangan bersama oppaku. Apa kau sudah termakan semua rayuannya seperti wanita murahan lainnya?” kata-kata soon ra menyakitkan sekali.
“dongsaeng-ah..”
“soon ra-ah, kau menyamakan aku dengan wanita murahan?” tanyaku tak percaya.
“bukan begitu, kau sahabatku. Aku lebih tau oppaku selama ini”
“Dongsaeng-ah, masa eun ji lebih percaya padaku daripada dongsaengku sendiri?”ucap donghae oppa memeluk bahuku. Soon ra hanya terdiam.
“aku juga membiarkanmu dan tak mencampuri urusanmu waktu kau berpacaran dengan si Kyuhyun. Jadi, percayalah padaku”
“haishh kalian ini. Terserah lah.. pokoknya oppa, jangan macam-macam pada eun ji. Arasso?”
Ku peluk sahabatku yang satu itu dengan kuat.
“Gomawo soon ra-ah”
“Gomawo Dongsaeng-ah”

_END_

Mian kalau endingnya gak terlalu bagus..
Mian kalau endingnya gak sesuai bayangan..
Mianhae.. chongmal mianhae*bungkuk bungkuk ke readers*
Lain kali saya akan lebih berusaha membuat ff yang lebih bagus lagi..
Gomawo yang uda mau baca..

No comments:

Post a Comment