Sunday, August 29, 2010

FANFICTION - MY LOVELY FAMILY (ONE SHOOT)

Cast:

kim junsu – Kim junra a.k.a Raras Junsu

Kim Jejung – Kim Jung Chan a.k.a Kondang Kusuma

Shim Changmin – Shim Jaemin a.k.a Azizah Andri

Park Yuchun – Park Yong Hae a.k.a Ayie’

Jung Yunho – Jung hyo na a.k.a ?????

Park Jungsoo/ Leeteuk Suju


Yoboe(suami), kau tahu park jungsoo? Mianhae(maaf). Aku menyukainya. Aku akan membawa Soon Ra, anak kita, bersamaku. Mianhae.

Tanganku bergetar membaca memo di atas meja makan. Aku langsung berlari ke kamar, ku lihat lemari baju terbuka dan kosong. Saat itu juga aku melihat kamar soon ra, keadaannya sama seperti kamarku. Aku terdududk lemas di meja belajar putriku, ada sebuah memo lagi.

Appa(ayah), hari ini omma(ibu) mengajakku pergi. Appa di rumah sendiri tidak apa-apa kan? Saranghae Appa.

Akh!! Apa-apaan ini? Istri yang kucintai pergi dengan namja(lelaki) lain dan pergi membawa anak kami satu-satunya. Aku bergegas menuju mobilku dan ku pacu dengan cepat dan sampailah di sebuah rumah.

Ting tong...

“Ne, jamkambanyon(tunggu sebentar). Nugu seyo(siapa itu)?” sebuah suara yeoja terdengar dari dalam.

“Ini aku”

“A, junsu ssi. Masuklah” pagar rumah itu terbuka otomatis, aku langsung berlari masuk.

“Hyung(kakak)! Jejung Hyung!” teriakku tak sabar.

“Aigo.. Junsu ssi waeyo(kenapa)??” tanya jung chan, istrinya jejung hyung yang juga sahabat dari istriku.

“Jung chan ssi, kau tau di mana Junra? Apakah dia bercerita padamu kemana dia pergi?” ku guncangkan bahunya dengan keras.

“Ya! Ya! Junsu-ya! Kau apakan istriku?... Chagi(sayang)? Gwaenchana(tdk apa2)?” jejung hyung datang menyelamatkan istrinya dari emosiku. Aku terduduk di sofa dan ku tutup wajahku dengan kedua tangan.

“Junsu-ya.. Waeyo?” Jejung hyung menepuk pundakku. Malas menjelaskannya, aku segera menyerahkan memo yang ditulis oleh junra.

“Omo!! Bukankah park Jungsoo si penyiar tampan itu?” Penyiar tampan? Haishh.. seenaknya saja jung chan ini berbicara seperti itu.

“Chagi!!” jejung hyung menatap tajam ke arah jun chan.

“Mianhae junsu ssi”

Drap drap drap

“Adjussi(paman), Junsu adjussi. Annyonghaeseyo” anak laki-laki mereka, jae chan, berlari kecil mnghampiriku.

“Ne, Annyong jae chan-ah” ku gendong jae chan ke dalam pelukan ku.

“Jae Chan tahu di mana soon ra sekarang?”

“Ehmm, kemarin soon ra bilang mau ke taman bermain bersama junra adjumma(bibi)” taman bermain? aku langsung menyerahkan jae chan kepada ibunya. Dan berlari menuju mobilku.

“Ya! Junsu-ya! Odikayo(mau ke mana)?” aku sudah masuk ke dalam mobil saat jejung hyung berteriak.

********

Sesampainya di taman bermain, aku berlari mengelilingi tempat itu. Aah! Aku ingat, Soon Ra sangat menyukai bianglala. Saat berada di depan bianglala. Kakiku tak bisa digerakkan, lidahku kaku untuk memanggil namanya, karena dia sedang bersama lelaki lain dan laki-laki itu menggendong soon ra. Ingin ku kejar, tapi mereka sudah masuk ke dalam bianglala.

Ku putuskan untuk menunggu, pikiranku saat ini benar-benar kacau. Tidak berani untuk mengadahkan kepala ke atas, seakan belum percaya apa yang kulihat tadi. Pernikahanku baru 4 tahun, kenapa junra sudah mengkhianatiku? Apa salahku selama ini? Dan apa istimewanya park Jungsoo itu? Apa yang harus ku lakukan? Aku sangat menyayangi istri dan anakku.

Saat isi kepalaku penuh dengan pertanyaan dari diriku sendiri, mereka bertiga sudah turung dari permainan itu, aku segera menghampiri mereka.

“Kim Junra!!” panggilku dengan nada tegas.

“Op..Oppa?” wajahnya kaget saat melihatku. Tapi ‘oppa?’, dia sudah tak pernah memanggilku seperti itu sejak kami menikah.

“Appa.. appa..” suara malaikat kecilku. Soon ra berlari kearahku dan langsung masuk kedalam pelukkan ku.

“Andwae(jangan) Soon Ra-ah, kau harus ikut dengan omma” tiba-tiba junra mengambil soon ra dari pelukkan ku dan menggendongnya.

“Kim Junra! Apa yang kau lakukan? Soon ra juga anakku!” bentakku, karena aku sudah tidak tahan lagi. Suara kerasku membuat soon ra menangis.

“Huwee.. Omma Appa jangan bertengkar.. Huwee.”

“Cup cup Soon ra-ah..Oppa! kau membuat dia menangis” aku hanya terdiam melihat junra menenangkan putri kecilku.

“Sudahlah oppa, kau sudah membaca pesanku kan? Aku akan membawa soon ra bersamaku.” Aku masih terdiam. Begitu sadar dari pikiran kosongku, mereka sudah menghilang.

********

Ku putuskan untuk kerumah yunho hyung. Ternyata di sana sudah ada changmin dan istrinya, jae min. Saat aku datang sendirian dengan wajah lesu, mereka serempak menanyaiku di mana junra dan anakku. Terpaksa aku menceritakan semua kejadian hari ini.

“Hyung, lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?” tanya changmin dengan nada prihatin.

“Mollayo(tdk tau)”

“Chagiya.. jangan selingkuh ya..” kata changmin kepada istrinya, mereka setahun yang lalu baru saja menikah. Dan sepertinya mereka akan mempunyai anak.

“Aniyo oppa. Nan chongmal saranghae” jawab jae min yang membuatku iri.

Pletak!

“Ya! Kalian itu, kenapa bicara seperti itu di depan junsu sih??” bentak yunho hyung setelah memukul kepala changmin.

“sakit.. mianhae hyung”

“mianhae junsu ssi”

“sudahlah.. ayo kita minum saja..” ajak yunho hyung, aku hanya mengangguk.

************

Ukh kepala ku pusing sekali.. jam berapa ini?

Mwo? 23.30? akh, sepertinya aku terlalu banyak minum. Kenapa sepi sekali? Di mana yunho hyung dan changmin?

Aku berjalan ke lemari es milik yunho hyung untuk mengambil air putih. Di situ ada sebuah memo untukku.

Junsu-ya.. kami tak berani membangunkanmu, Changmin sudah pulang 1 jam yang lalu. Aku sedang menidurkan anakku di lantai 3. Kalau mau pulang. Pulang saja. Mian aku tak bisa mengantar. Hati-hati saat menyetir.

Aku berjalan ke arah mobilku dengan lunglai dan segera meninggalkan rumah yunho hyung.

**********

Kulihat sekarang pukul 23.55. Sampai juga dirumahku. Rumahku? Ya.. rumahku tanpa junra dan soon ra. Sebelum masuk, aku berdo’a kejadian hari ini tak pernah ada. Haisshh sudahlah.. tiba-tiba ada suara yang sangat kukenal memanggilku.

“Appa.. Appa..” Soon Ra?? Aku melihat sekelilingku, sepi. Darimana soon ra datang? Apakah ini mimpi?

“Soon Ra-ah? Bagaimana bisa kau kesini? Di mana omma?” dia hanya diam dalam gendonganku.

“Appa, ayo kita masuk kedalam. Dingin sekali” benar saja,tubuh soon ra menggigil kedinginan.

“Ne, Soon ra sayang..”

Saat ku buka pintu rumah..

Treett.. toet toet.. treeettt..

“Saengil Chukhamnida, Saengil Chukhamnida, saranghanun KIM JUNSU, Saengil Chukhamnida !!!!”

Mataku silau karena tiba-tiba lampu dinyalakan dan segerombolan orang menyanyikan lagu ulang tahun. Aku mulai mengerjapkan mataku, di antara orang-orang itu ada istriku. Aku memandangnya dengan tatapan bingung. Dia menghampiriku.

“Saegil Chukae yoboe.. Suprise” aku menurunkan soon ra yang masih dalam gendonganku, dan langsung memeluk junra erat.

“Kau kembali?” tanyaku.

“Tentu saja yoboe..memang aku mau kemana kalau tidak di rumah ini?” jawabnya yang membuatku tak ingin melepaskan pelukannya.

“Ehemm..” haishh siapa itu. Mengganggu saja. Aku menoleh kearah belakang.

“Jejung Hyung? Yunho Hyung? Changmin-ah? Yuchun-ah, kapan kau kembali?” aku memeluk yuchun yang tiba-tiba muncul di korea, padahalkan dia dan istrinya, Yong hae,sedang berada di LA.

“Ne, Saengil Chukae Junsu-ya” yuchun membalas pelukkanku. Aku mulai memperhatikan mereka satu-persatu. Pak Jungsoo?? Ku tatap dia dengan tajam.

“Junsu ssi, jangan menatapku seperti itu. Junra tidak sungguh-sungguh selingkuh kok” katanya santai.

Aku berlari kearahnya, ku angkat kerah bajunya dan akan ku layangkan kepalan tanganku ke mukanya. Raut wajahnya berubah ketakutan.

“Yoboe!! Andwae!!”

“Junsu-ya..”

“Hyung..”

“Aku juga tidak sungguh-sungguh ingin meninjumu kok. Hahahahaha” ku pukul bahunya pelan.

“Ya!! Yoboe!! Kau membuatku takut saja!!” kata junra cemas.

“Kau malah akan membuatku bunuh diri chagi” aku mengecup kening istriku, yang lain hanya tertawa.

Aku bersyukur mempunyai keluarga dan teman seperti ini. Semoga hari esok dan seterusnya, kami semua menemukan hari baik yang tak terlupakan.

_THE END_

EPILOG

“Jungsoo ssi, bukankah kau lebih tua 4 tahun dariku? Kenapa tidak segera menikah?”

“Hmm.. entahlah.. rasanya aku masih ingin menggoda istri-istri yang lain”

“ 0_o”

_EPILOG END_

Sebenernya ultahnya junsu kan 15 desember, tapi kalo aku publish ff ini desember nanti, ffnya keburu jamuran*bilang aja authornya yg g sabar*. Dan dapet wahyu*halah* buat ff ini, waktu lagi ulangan bahasa arab. Karena gak bisa ngerjain tuh ulangan jadi bikin ff deh. Pas waktu ulangan senyam-senyum sendiri*sampe diliatin temen sebelahku*. Dan jadilah ff one shoot yang super pendek ini. Maaf kalo ceritanya gaje, terutama bagian akhirnya. Maaf juga kalo belum ngetag ff yang untitled. Bingung kelanjutannya kayak apa. Ada yang mau saran kah??hehehehe

Gomawo yang uda mau baca..

1 comment:

  1. raras.. ak ninggal jejak = kentut disini hahaha baca ff mu ksekian kalinya

    ReplyDelete