This
fanfiction is not mine, i take from my blog friend
(http://azizah93.blogspot.com)
Happy
reading guys.
cast :
- Shim Changmin
- Han Ah Rin
- Jung Yunho
- Park Junra
Akhirnya kurang satu minggu lagi aku bisa
mengunjungi nenek. Aku harap liburanku nanti akan mengagumkan. Aku sudah rindu
nenekku. Karena terakhir aku bertemu nenek adalah saat aku kelas 3 SD. Dan
sekarang, aku sudah menjadi seorang mahasiswi yang menempuh studi di salah satu
perguruan tinggi di Surabaya. Kenapa aku sangat senang bisa bertemu
dengan nenekku? Ya itu berarti aku akan ke Seoul. Ibuku adalah wanita keturunan
indonesia dan Korea. Ya kakek dan nenekku adalah pasangan beda kewarganegaraan.
Kalu diperjelas lagi akan lebih panjang ceritanya hehehe.
Aku masih berangan – angan bagaimana keadaan disana
sekarang? Pasti sangat berbeda mengingat perkembangan negara itu sangatlah
pesat. Waktu seminggu ini terasa masih lama. Karena aku benar – benar tidak
sabar menunggu keberangkatanku. Aku sama sekali tidak mengkhawatirkan kemampuan
bahasa koreaku yang yah tidak terlalu lancar ini.
Seminggu yang akan datang
“kak ayo cepat..”
“iya sebentar lagi.. yak aku siap.”
Akhirnya waktu yang di tunggu Zizi pun datang. Dia
dan keluarga besiap berangkat menuju Seoul.
“heem ibu benar – benar sudah tidak sabar bertemu
dengan nenek kalian.” Ibu memulai pembicaraan di mobil.
“ya apalagi aku. It gonna be a great holiday.” ceria
Zizi.
“kira – kira siapa yang akan menjemput kita bu?”
tanya Dilla si Adik.
“mungkin sachon kalian.” Jawab ibu.
Selang waktu 8 jam perjalanan akhirnya mereka sampai
di Gimpo airport. Meskipun dalam keadaan yang sangat lelah Zizi tidak
kehilangan semangatnya dan masih ceria.
“noona..” seorang laki –laki setengah baya
melambaikan tagan ke arah keluarga zizi.
“nae dongsaeng..” balas ibu.
“waa bogoshipta noona..” sachon memeluk ibu mereka.
“waa. Hyung..” sachon ganti memeluk ayah
“ini pasti Zizi dan Dilla.” Sachon mengacak puncak
kepala mereka berdua.
“tunggu apa tadi sachon bilang? Dia menyebut namaku
denga jija?” bisik Zizi ke adiknya
“itu mungkin logatnya kak. Ish kebanyakan protes”
jawab si Adik
Sambil berjalan mereka semua mengobrol dan disela
zizi. Dia minta izin ingin ke toilet
“kyaa ...” teriak lautan manusia di bandara yang
sama.
Situasi ini sontak membuatku kebingungan melihatnya.
Tapi biarlah aku tidak terlalu peduli.
setelah keluar dari kamar mandi, karena terburu –
buru aku menabrak seorang laki – laki berperawakan tinggi dan memakai kacamata
hitam plus masker sehingga wajahnya tidak terlihat.
Laki – laki itu hanya menunduk dan mengucap maaf
lalu berlari ke kamar mandi.
Aku yang emlihatnya hanya bisa membalas kata
maaafnya dan hanya bisa melihatnya terheran – heran.
“wah orang itu tinggi sekali. Tapi kenapa
penampilannya seperti itu ya?” gumamku
“ah sudahlah lupakan.” Aku kembali ke
rombongan keluargaku ._.
Akhirnya aku sampai di rumah nenekku. Kalau tidak
salah bahasa Korea nenek adalah halmoni. Ya dangan percaya diri aku memeluk
nenekku dan memanggilnya halmoni. Seisi rumah terkejut. Mereka kaget karena aku
bisa mengucapkan sedikit bahasa Korea. Maklum aku sudah lama sekali tidak
kesini. Dan mereka semua mulai memanggilku dengan nama Koreaku yang sangat aku
sukai “Ah Rin. Han Ah Rin”. Cantik bukan :P
Keesokan harinya aku diajak sepupuku berjalan –
jalan keliling Seoul. Ya kami hanya berdua ayah, ibu dan adikku pergi bersama
sachon dan halmoni. Aku pergi ke namsan Tower wah benar – benar takjub aku saat
sampai disana. Setelah berkeliling kami kembali pulang.
Selama disini aku sangat dekat dengan sepupuku
karena kita seumuran, dia banyak bercerita tentang korea dan dia bercerita
apakah aku ingat dengan tetangga sebelah rumah kami. Tentu aku tidak bisa
mengingatnya dengan jelas. Karena waktu itu aku hanya anak kelas 3 SD..
sepupuku bilang dia sekarang sudah menjadi artis papan atas Korea Selatan
bahkan Jepang. Aku hanya bisa takjub. Apa iya aku dulu punya teman yang
sekarang sudah seperti itu. Sepupuku bilang aku dan dia dulu sangat dekat
karena dia lebih tua 5 tahun dari usiaku.
“memang siapa namanya?” tanyaku dalam bahasa korea
“kau dulu tidak memanggilnya dengan sebutan nama
aslinya tapi dengan sebutan.” Jelas sepupuku
Aku mencoba mengingat – ingat masa – masa itu. Tapi
apa boleh buat aku tetap tidak bisa mengingatnya. Tetapi aku ingat akan suatu benda
yang selalu aku bawa, benda yang bisa menenangkanku saat aku sedih. Yaitu
kalung dengan liontin huruf “C”. Aku ingat kalung itu ibu yang berikan padaku
saat kami sekeluarga pindah ke Surabaya. Tapi ibu tidak bilang kalung itu dari
siapa hanya saja bilang kalung ini jangan sampai hilang karena sangat berharga.
“Ah Rin-a..” sepupuku mengagetkanku
“ah.. aeh ne. Sudahlah itu hanya masa lalu dan pasti
dia sudah tidak mengingatku.” Jawabku sambil melihat kalung itu.
“benar juga katamu..” jawab sepupuku
“oh ya kau bilang dia seorang artis besar. Apa kau
salah satu fansnya?” tanyaku
“tidak aku bukan fansnya melainkan aku ini salah
satu kru mereka.” Jawab Jun Ra sepupuku.
“mwo? Berarti kau dekat juga dengannya?” tanyaku
shock.
“ani.. aku profesional dalam hal pekerjaan. Oh ya
apa kau mau ikut denganku besok?” jawabnya
“odiessoyo?” tanyaku
“besok ada Dream Concert. Dan aku ikut serta menjadi
kru” jelas jun ra
“baiklah aku ikut. Berarti besok posisi kita di
backstage?” kataku
“jelas.” Jawabnya singkat. Lalu dia terlelap
Aku hanya bisa menghela napas dan masih tepikir
dengan namja masa laluku itu.
********************************************************
Keesokan harinya di stadion tempat backstage Dream Concert. Aku benar benar kagum melihat antusiasme ribuan penonton yang sudah datang padahal konser masih lama mulainya. Mataku langsung melihat ke arah kelompok penonton yang mendominasi stadion semuanya membawa Lightstick berwarna merah sehingga terlihat seperti lautan merah. Dan aku melihat banner bertuliskan “東方神起 U – Know & Max”.
Keesokan harinya di stadion tempat backstage Dream Concert. Aku benar benar kagum melihat antusiasme ribuan penonton yang sudah datang padahal konser masih lama mulainya. Mataku langsung melihat ke arah kelompok penonton yang mendominasi stadion semuanya membawa Lightstick berwarna merah sehingga terlihat seperti lautan merah. Dan aku melihat banner bertuliskan “東方神起 U – Know & Max”.
Belum selesai aku terkagum dengan antusian penonton
yang begitu hebat, aku berdecak kagum meluhat paa bintang tamu konser ini. Aku
tau mereka semua adalah Kpop star tapi aku tidak seberapa mengenal mereka. Aku
melihat Jun Ra yang sibuk dengan pekerjaannya. Aku tahu ternyata Jun Ra sebagai
kru Wardrope dari TVXQ. Mataku tidak lepas pada dua namja tinggi dan penuh
kharisma dengan tuxedo hitam yang menawan dan aku tahu mereka TVXQ.
Aku lihat Jun Ra menyiapkan 2 stel tuxedo untuk mereka. Sepintas aku teringat obrolanku dengan Jun Ra semalam. Apa salah satu dari mereka itu namja masa kecilku? rasanya kakiku lemas seketika. Aku hanya bisa memandangi mereka denga penuh kagum sampai salah satu dari mereka melihat kearahku juga saat mereka bersiap – siap. Saat itu juga rasanya aku kejatuhan langit karena shock. Ya tuhan kenapa namja tinggi itu melihat ke arahku. Dan dia juga mengernyitkan dahinya. Setelah melihat kearahku dia memanggil Jun Ra dan berbicara beberapa hal yang aku sendiri tidak tahu.
Aku lihat Jun Ra menyiapkan 2 stel tuxedo untuk mereka. Sepintas aku teringat obrolanku dengan Jun Ra semalam. Apa salah satu dari mereka itu namja masa kecilku? rasanya kakiku lemas seketika. Aku hanya bisa memandangi mereka denga penuh kagum sampai salah satu dari mereka melihat kearahku juga saat mereka bersiap – siap. Saat itu juga rasanya aku kejatuhan langit karena shock. Ya tuhan kenapa namja tinggi itu melihat ke arahku. Dan dia juga mengernyitkan dahinya. Setelah melihat kearahku dia memanggil Jun Ra dan berbicara beberapa hal yang aku sendiri tidak tahu.
Aku hanya bisa berpura – pura meniup kopi yang
daritadi sudah dingin aku biarkan ini.
Sampai tiba waktunya mereka berdua tampil. Saat itu
juga Jun Ra menghampiriku. “apa kau ingat sekarang?” tanyanya
“ingat apa?” tanyaku kembali
“itu yang aku ceritakan semalam. Apa kau benar –
benar tidak mengenali Changmin-ssi?” tanyanya
“Changmin?” tanyaku.
“iya. Dan aku rasa dia ada kontak batin denganmu.”
Kata Jun Ra sambil memandang kearah panggung.
Kepalaku sontak ikut melihat penampilan TVXQ.
“kontak batin apa maksudmu?”
Dengan sabar Jun Ra menjawab “kau tahu dia
memanggilku kan. Dia memanggilku dan tanya kamu itu siapa?” kebetulan yang aneh
bukan?”
“lalu kau jawab apa?”
“jelas kau sepupuku pabo.” Jun Ra mencubit pipiku.
Aku hanya bisa mengaduh.
Aku berhenti bertanya karena aku tahu setelah itu
mereka tampil.
Setelah konser selesai semua artis berkumpul di
backsatge dan bersalama. Lalu kembali ke ruang make up masing – masing.
Daripada aku hanya melihat Jun Ra bekerja lebih baik
aku membantunya dan dia mengizinkanku. Aku lihat dua artis itu sudah berganti
memakai tuxedo hitam kembali. Semua kru berkumpul beserta duo TVXQ dan
saling berjabat tangan dan saling menuduk tanda konsernya sukses. Lalu salah
satu dari duo TVXQ menghampiri Jun Ra lagi, dan posisiku ada disamping Jun Ra.
“ini sepupumu?” tanyanya
“ne Changmin-ssi.” Jawab Jun Ra
“annyeong haseyo. Han Ah Rin imnida” Aku menunduk
dan dibalas oleh Changmin
“Ya tuhan apa iya waktu kecil kami saling kenal dan
dekat? Rasanya mustahil.” gumamku
Another P.O.V
Pertama kali aku melihat yeoja itu aku rasa pernah bertemu dengannya tapi dimana aku juga tidak tahu. Apa iya aku pernah bertemu dengannya karena Ju Ra bilang dia sepupunya dari jauh berarti bukan dari Korea kan. Bagaimana bisa aku pernah bertemu dengannya? Ini hanya perasaanku saja.
“ya changmin-a” Yunho hyung menyadarkanku
“ne hyung”
“jadi kau tidak mendengarkanku bicara?” yunho hyung
geram
“mianhae hyung aku tidak mendengarnya” jawabku tidak
enak
“kau ini kenapa, aku rasa setelah bertemu dengan
sepupu Jun Ra kau jadi melamun?” heran yunho hyung
“nado molla, pertama aku lihat dia aku merasa kami
pernah bertemu. Hanya saja aku sendiri tidak tahu kapan. Rasanya kami sangat
dekat.” Paparku
“bagaimana bisa kau pernah bertemu dia. Sedangkan
Jun Ra bilang dia sepupunya dari jauh. Siapa tadi namanya?” tanya yunho hyung
“Han Ah Rin. Entahlah hyung mungkin ini perasaanku
saja.” Lalu aku terlelap karena sangat lelah.
CEO perusahaan kami memberi waktu libur sebelum
comeback. Ya aku gunakan waktu luang yang langka ini untuk pulang ke
rumah. Bagaimana tidak 3 bulan full aku dan Yunho hyung berada di jepang untuk
“2012 Tone Live Concert”. Begitu juga Yunho hyung juga akan pulang ke rumah
keluarganya di Gwangju.
Sesampainya aku di rumah keluargaku, aku benar –
benar merindukan suasana rumah dan suasana sekitar rumah kami ini. Begitu Eomma
sudah menyiapkan banyak sekali makanan. Eommaku sangat tahu kalau aku sangat
suka makan dan keadaanya aku sekarang sudah lapar >.<
Setelah selesai makan aku banyak ngobrol dengan
aboji tentang banyak hal. Di belakang rumah kami ada sebuah taman umum
yang dulu aku sangat sering kesana. Aku ingin sekali ke tempat itu tapi itu kan
tempat umum akan berbahaya jika aku kesana sore hari begini.
********************************************************
Ah Rin P.O.V
Karena susah tidur, aku putuskan untuk berjalan –
jalan di sekitar rumah nenek. Meskipun waktu menunjukkan jam 11 p.m tak apa lah
aku yakin akan baik – baik saja.
Saat aku jalan ke belakang rumah, aku melihat ada
taman. Taman yang satu – satunya aku ingat saat aku kecil sering ke taman ini.
Aku duduk di bangku taman dan menikmati sejuknya angin malam sendirian. Entah tak ada rasa cemas sedikitpun meski aku hanya seorang diri disini sampai aku melihat sosok namja tinggi dari arah kegelapan.
Ini sudah tengah malam. Kenapa masih ada orang yang berkeliaran di taman. Atau itu bukan manusia? Aku cepat cepat menghilangkan pikiran negatifku. Tapi kenapa orang itu makin mendekat ke arahku? Aku meringkuk ketakutan. Kakiku terlalu kaku untuk pergi meninggalkan taman ini.
Aku duduk di bangku taman dan menikmati sejuknya angin malam sendirian. Entah tak ada rasa cemas sedikitpun meski aku hanya seorang diri disini sampai aku melihat sosok namja tinggi dari arah kegelapan.
Ini sudah tengah malam. Kenapa masih ada orang yang berkeliaran di taman. Atau itu bukan manusia? Aku cepat cepat menghilangkan pikiran negatifku. Tapi kenapa orang itu makin mendekat ke arahku? Aku meringkuk ketakutan. Kakiku terlalu kaku untuk pergi meninggalkan taman ini.
“nu nu nu nuguseyo?” tanyaku parau. Namja itu tidak
menjawab membuatku semakin takut.
Tbc..

No comments:
Post a Comment